Polisi Telusuri Dugaan Intimidasi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Polisi Telusuri Dugaan Intimidasi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi di Polres Metro Jakarta Timur, Jumat (3/7/2026).(ANTARA/Siti Nurhaliza)

POLISI menyelidiki dugaan tindakan intimidasi nan menimpa seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Aksi tidak terpuji tersebut diduga kuat dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi nan bekerja di area pasar tersebut.

"Kami sudah mendapatkan info nan telah beredar dari beragam media sosial mengenai perihal tersebut. Tentunya, kami bakal menelusuri kebenarannya, apakah memang seperti nan disampaikan di media sosial," ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Made Budi, di Jakarta, Jumat (3/7).

Made memastikan korps bhayangkara bakal melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap kebenaran nan sebenarnya. Proses pendalaman dilakukan dengan memeriksa seluruh pihak nan berangkaian dengan peristiwa tersebut. 

Penyidik mengagendakan pemeriksaan keterangan, baik dari pedagang nan berkepentingan maupun personil polisi nan bekerja di letak kejadian.

Ia membenarkan bahwa personil nan diduga terlibat dalam kejadian itu merupakan seorang perwira nan memegang penugasan di area Pasar Induk Kramat Jati.

"Anggota kepolisian nan bekerja di letak dan pedagang nan berada di letak bakal kami minta keterangan mengenai seperti apa persoalan nan terjadi. Anggota tersebut memang seorang perwira dan bekerja di letak itu," jelas Made.

Demi menjaga objektifitas, interogator juga bakal menggali keterangan dari pedagang selaku pihak nan merasa diintimidasi. Langkah ini diambil agar proses penjelasan berimbang dan mendapatkan penjelasan nan utuh dari kedua belah pihak.

Made menegaskan, Polres Metro Jakarta Timur berkomitmen segera memproses persoalan tersebut sesuai dengan sistem norma nan bertindak andaikan nantinya ditemukan bukti pelanggaran di lingkungan kepolisian.

"Kami bakal melakukan pemanggilan. Apabila ada info lebih lanjut, kita sampaikan, semua bakal diproses, dan kami meminta keterangan dari kedua belah pihak," ucapnya.

Kronologi Kejadian

Dugaan intimidasi ini bermulai ketika seorang pedagang buah berjulukan Sutrisno mengaku mendapat perlakuan kasar dari oknum aparat. Peristiwa itu terjadi saat dia tengah melayani pembeli sekaligus mengatur peralatan dagangannya nan baru diturunkan dari kendaraan logistik ke dalam lapaknya.

"Memang dagangan saya sedikit maju. Saat itu, ada penertiban, saya dipanggil oleh Kapospol. Saya bilang kelak bakal saya pindahkan lantaran saya tidak ada anak buah dan saat itu sedang proses bongkar muat," ungkap Sutrisno saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sutrisno menyatakan telah menjelaskan situasi tersebut dengan baik kepada petugas dan berjanji segera menggeser peralatan dagangannya setelah pelayanan pembeli selesai. Namun, respons nan dia terima justru sebaliknya.

"Tetapi saya malah dimaki-maki dan disebut ngeyel lantaran dianggap sudah beberapa kali ditegur," keluh Sutrisno.
(Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia