Jakarta -
Sejumlah bandar narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat nekat membuka lapak kembali meski sudah dibongkar polisi. Sebagai pengaruh jera, polisi memutus aliran listrik di lapak-lapak tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan temuan ini terungkap saat tim campuran dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, dan BNNP DKI Jakarta melakukan operasi sarang narkoba (OSN) di Kampung Ambon, pada Kamis (15/10/2026).
Sebagai langkah tegas, pihak kepolisian menggandeng PLN memutus aliran listrik di beberapa gedung nan digunakan sebagai lapak narkoba tersebut. Terlebih, beberapa lapak gedung itu diketahui mencuri aliran listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk lapak ada beberapa nan dibangun kembali, maka dari itu kami putus jaringan listriknya agar tidak bisa digunakan lagi dan juga diputus lantaran memang listriknya mencuri, listrik langsung ambil dari luar meteran," jelas Kombes Bismo, Jumat (16/10/2026).
Tim campuran Bareskrim dan Polda Metro Jaya menggerebek Kampung Ambon dan mengamankan 7 orang, Kamis (15/10/2026). Puluhan senjata tajam disita. (Foto: dok. Istimewa)
Operasi sarang narkoba tersebut digelar di Kampung Permata alias nan dikenal Kampung Ambon, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Operasi melibatkan 165 personel campuran nan dipimpin Kasubdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Awaludin Amin dan Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setantono.
Dalam operasi tersebut, personel campuran sukses mengamankan sebanyak 7 orang. Ketujuh orang tersebut ialah YH (35), YO (39), RES (19). YU (26), YW (36), YT (51), dan FRT (30).
"Dari ketujuh orang nan diamankan tersebut, enam di antaranya positif mengonsumsi narkotika," kata dia.
Selain itu, personel juga menyita sejumlah peralatan bukti dari lokasi, antara lain 17 paket ganja, 2 plastik klip berisi sabu sebesar 1 gram, 33 bong, 1 pak sendok sedotan, 14 cangklong, 50 korek api nan dimodifikasi, 30 buah timbangan digital.
Petugas juga menyita sejumlah senjata nan diduga dipersiapkan untuk melakukan perlawanan terhadap petugas, antara lain 7 ketapel, 47 bilah senjata tajam, sepucuk airsoft gun, sepucuk senjata mainan, serta 1 kunci mobil dan 5 kunci motor.
(mea/ygs)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·