Tim campuran terus melalukan upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Melenyu 2 Kutim(Dok. Humas Polres Kutim)
TIM Gabungan terdiri dari Polsek Muara Wahau Polres Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) berbareng penduduk dan unsur lainnya, Senin (1/6) alias di hari kedua, terus berupaya melakukan pencarian terhadap Rifki, 22, korban tenggelam di Sungai Melenyu 2, Wilayah Operasional (Afdeling) LA, PT Dharma Satya Nusantara (DAN) Tbk DSN Group, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutim.
Korban merupakan tenaga kerja swasta nan bekerja sebagai pemanen di lingkungan PT DAN Tbk DSN Group. Namun hingga hari kedua sejak dilaporkan hanyut terbawa arus sungai pada Minggu (31/5) siang kemarin, korban tetap belum sukses ditemukan.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, melalui Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, mengatakan sejak Selasa (2/6) pagi, sejumlah personel Polsek Muara Wahau berbareng unsur keamanan perusahaan, penyelam tradisional, dan masyarakat setempat kembali melakukan penyisiran di sekitar letak kejadian untuk mencari keberadaan korban.
“Jajaran kepolisian berbareng tim gabungan, terus berupaya maksimal melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel nan terlibat,” sebutnya.
Seluruh personel, lanjutnya, telah berupaya melakukan penyisiran di area nan diperkirakan menjadi letak korban terbawa arus. Namun dirinya juga mengimbau agar seluruh tim tetap mengutamakan keselamatan diri selama proses pencarian berlangsung. Tim campuran juga memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Melenyu.
Kronologi Peristiwa
Ia membeberkan, berasas keterangan para saksi, peristiwa tersebut bermulai pada Minggu (31/5) sekitar pukul 13.00 Wita, korban berbareng tiga rekannya, ialah Arman, Darman, dan Januar, pergi ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.
Setelah menikmati waktu berbareng dan makan bekal nan dibawa, sekitar pukul 16.40 Wita mereka berenang menyeberangi sungai menuju daratan di seberang sungai. Arus sungai nan cukup deras membikin mereka kelelahan setelah sukses mencapai seberang.
Kemudian lanjutnya, sekira pukul 17.00 Wita, korban berbareng dua rekannya kembali berenang menuju letak tenda mereka. Namun saat berada di tengah sungai, korban diduga tidak bisa melawan derasnya arus dan akhirnya hanyut terbawa aliran sungai.
“Rekan-rekan korban nan juga mengalami kelelahan, sehingga tidak dapat memberikan pertolongan, akhirnya korban pun terseret arus lampau lenyap dari pandangan dan tidak sukses diselamatkan,” ungkap Kapolsek.
Dibeberkannya, pada operasi pencarian hari kedua, tim campuran melibatkan lima personel Polri, 15 personel keamanan PT DSN Group, empat penyelam tradisional, serta sekitar 10 penduduk turut membantu proses pencarian di sekitar letak kejadian.
Sementara itu, Istri korban, Musdalifah, nan datang dari Tenggarong berbareng personil family lainnya, saat itu berada di posko pencarian untuk menunggu perkembangan proses pencarian nan dilakukan tim gabungan.
Terpisah Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan rasa prihatin atas musibah nan dialami korban dan keluarganya, serta berambisi korban dapat segera ditemukan.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada letak nan mempunyai arus deras dan kondisi nan berpotensi membahayakan keselamatan,” pungkasnya.(Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·