Sejumlah penduduk beraktivitas di pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, nan terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.(Dok. Antara)
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Banten memberikan pengamanan ketat terhadap area permukiman di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil untuk melindungi rumah-rumah nan ditinggalkan penghuninya mengungsi akibat dampak kebakaran TPA Jatiwaringin nan kian pekat asapnya.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas dari jejeran Polresta Tangerang untuk mengawasi tempat tinggal warga. Berdasarkan info kepolisian, saat ini terdapat 192 orang nan berada di posko pengungsian TPA Jatiwaringin.
"Semua fasilitas, termasuk tempat tidur di pengungsian, sudah disiapkan. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama rumah ditinggalkan, kami mengintensifkan patroli di area permukiman," ujar Hengki di Tangerang, Rabu (8/7).
Patroli Intensif dan Penyekatan Wilayah
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara rayon dengan melibatkan personel campuran dari sejumlah Polsek. Fokus pengawasan dilakukan terutama pada malam hari, saat konsentrasi asap biasanya meningkat mengikuti arah embusan angin.
Selain menjaga rumah warga, polisi juga menjalankan tugas di pos pengungsian dan mendirikan tujuh titik penyekatan di sekitar letak kebakaran TPA Jatiwaringin. Penyekatan ini bermaksud membatasi akses masyarakat umum guna memperlancar mobilitas petugas pemadam.
"Hanya petugas nan terlibat dalam operasi pemadaman, seperti personel pemadam kebakaran, Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, tenaga medis, dan lembaga mengenai nan diperbolehkan melintas," tegas Indra.
Penyisiran Menggunakan Motor Trail
Guna menjangkau area nan sulit, Polresta Tangerang mengerahkan sekitar 25 personel Sat Samapta setiap harinya. Petugas melakukan penyisiran di area kebakaran menggunakan motor trail untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin sendiri telah berjalan sejak Selasa (30/6). Hingga kini, operasi pemadaman tetap terus dilakukan oleh tim campuran dengan support perangkat berat, helikopter water bombing, serta personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·