Polda Banten Bentuk Satgas Terpadu Antisipasi Kebakaran Sampah di TPA

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta -

Kapolda Banten Irjen Hengki menyebut pihaknya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk mengantisipasi kebakaran sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) saat musim kemarau. Pos siaga dan unit pemadam kebakaran bakal disiapkan di area-area TPA tersebut.

Hengki menyebut Satgas Terpadu diisi oleh petugas campuran dari Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah. Satgas ini bakal tetap siaga agar potensi kebakaran di TPA dapat sigap ditangani dan tidak meluas.

"Di mana Satgas Terpadu kita tempatkan sekarang lantaran musim tandus adalah di daerah-daerah rawan titik api, rawan kebakaran, terutama di TPA nan ada seperti di Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, ada juga Bagendung, Cilowong di Serang Kota, dan di Cilegon," katanya, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pos terpadu itu bakal diisi oleh petugas pemadam kebakaran dan personel pendukung lainnya. Para petugas bakal standby 24 jam untuk memberikan respons cepat.

"Semua kita siapkan pos terpadu, baik kesiapan personelnya secara terpadu maupun sarana-prasarana, terutama mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga dapur lapangan. Semua siap ready for use, siap untuk digunakan setiap saat manakala terjadi kebakaran," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Banten menyinggung soal kebakaran di TPA Jatiwaringin sebagai pelajaran berharga. Ia berambisi kejadian kebakaran sampah nan meluas tersebut tidak terulang kembali.

"Berdasarkan pengalaman satu bulan nan lampau kebakaran di TPA dan pengalaman-pengalaman terdahulu di musim panas, Tempat Pembuangan Akhir sampah menjadi salah satu letak nan berpotensi memicu kebakaran lahan," ujarnya.

"Oleh lantaran itu, Pak Kapolda menginisiasi pembentukan satgas terpadu nan nge-pos di masing-masing TPA dalam rangka mencegah dan memonitor situasi," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tumpukan sampah di TPA merupakan area nan sangat rawan kebakaran besar, sehingga letak tersebut kudu dijaga ketat agar tidak ada pemicu api.

"Karena apa? Di TPA sudah ada gas metana nan tertumpuk bertahun-tahun dan ini perlu diantisipasi. Tidak boleh ada percikan api, tidak boleh ada aktivitas membakar sampah dan sebagainya, dan ini memerlukan koordinasi bersama," katanya.

(aik/dwr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News