Ilustrasi sekam padi(PLN EPI)
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) mengenai jual beli biomassa pellet sekam padi untuk kebutuhan cofiring PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu di Jakarta.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah PLN EPI dalam memperkuat ekosistem bioenergi nasional sekaligus mendukung sasaran transisi daya dan pencapaian Net Zero Emission (NZE). Dalam kerjasama ini, PLN EPI bertindak atas nama PT PLN Nusantara Power sebagai pengguna akhir biomassa di pembangkit listrik.
Direktur Biomassa PT PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan biomassa berbasis limbah pertanian di daerah.
“Ini tentu atas kerja sama mitra. Kami mau PT BWI tetap menjadi mitra strategis kami. Kita kudu terus bekerja-sama meningkatkan kualitas lantaran tetap banyak pekerjaan rumah nan kudu diselesaikan,” kata Hokkop.
Menurut dia, performa dan kapabilitas produksi biomassa berbahan sekam padi tetap dapat terus ditingkatkan. Bahkan, sasaran produksi mencapai 3.200 hingga 3.300 ton dinilai sangat memungkinkan untuk dicapai.
“Untuk menyentuh nomor 3.200 sampai 3.300 sebenarnya sangat mungkin. Tinggal gimana penyesuaian teknis di tim produksi dan operasional,” ujarnya.
Hokkop menegaskan PLN EPI berambisi kerja sama tersebut tidak berakhir pada tahap penandatanganan perjanjian semata, melainkan terus berkembang melalui peningkatan volume pasokan biomassa.
“Kalau amendemen itu penambahan volume, artinya masuk kelas akselerasi. Volumenya terus bertambah, berfaedah kerja sama dan kapasitasnya juga meningkat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah PT BWI dalam mengembangkan limbah sekam padi menjadi biomassa berbobot ekonomi tinggi. Menurut Hokkop, kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari nota kesepahaman nan sebelumnya telah diteken PLN EPI berbareng Pemerintah Kabupaten Indramayu mengenai pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah. Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Indramayu mempunyai potensi limbah sekam padi nan besar untuk diolah menjadi pellet biomassa berbobot tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama PT BWI, Robani Hendra Permana, menegaskan kesungguhan perusahaan dalam mengembangkan upaya biomassa lantaran memandang besarnya potensi sekam padi di Indramayu.
“Kami serius mau menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu mempunyai luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani.
Dari jumlah tersebut, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun, Robani mengakui tantangan terbesar terletak pada proses pengumpulan sekam nan tersebar di 31 kecamatan.
“Tantangannya gimana mengumpulkan sekam-sekam nan tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu memerlukan biaya nan semakin besar,” kata Robani.
Untuk mendukung pengembangan biomassa, PT BWI telah berinvestasi pada tiga mesin produksi dengan kapabilitas masing-masing 1.000 ton per bulan.
“Artinya kapabilitas kami saat ini sekitar 3.000 ton per bulan. Kalau perjanjian dengan PLN mencapai 6.000 ton, mudah-mudahan dalam tiga sampai empat bulan bisa selesai,” ujarnya.
Saat ini, produksi PT BWI tetap berada di kisaran 1.500 ton per bulan alias sekitar 50% dari total kapabilitas terpasang. Meski demikian, perusahaan menyatakan siap meningkatkan produksi andaikan kebutuhan biomassa terus bertambah.
Robani menambahkan, pengembangan biomassa tidak hanya mendukung transisi daya nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
“Produksi 1.000 sampai 1.500 ton saja sudah melibatkan sekitar 60 orang mulai dari pengumpul, pengangkut hingga produksi. Kalau kelak kapabilitas naik menjadi 3.000 sampai 4.000 ton per bulan, mungkin lebih dari 100 orang bisa terlibat,” ujar Robani.
Selain mendukung kebutuhan daya pembangkit, kerja sama ini juga diharapkan bisa memperkuat ekonomi sirkular daerah, memberdayakan masyarakat lokal, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu. Kolaborasi kedua pihak mencakup pengelolaan rantai pasok biomassa, optimasi akomodasi produksi, hingga penerapan standar kualitas dan jumlah melalui sistem pengetesan nan transparan dan akuntabel guna menjaga performa operasional pembangkit.
PLN EPI dan PT BWI juga berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang melalui koordinasi berkepanjangan dan penguatan tata kelola upaya untuk memastikan keberlanjutan pasokan biomassa sebagai bagian dari strategi transisi daya nasional. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·