Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menyisakan pilu. Besarnya kebakaran menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Informasi terbaru, ada 4 orang meninggal bumi di rumah sakit (RS) lantaran alami luka bakar imbas kebakaran nan terjadi. Selain itu, ada 18 orang nan juga mengalami luka bakar dan dalam perawatan di RS.
Total ada 22 orang korban jiwa dan luka akibat kebakaran nan terjadi pada Rabu (1/4) malam tersebut. Lima orang di antara korban tersebut berstatus satu keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada, ada (penambahan jumlah korban). Jadi 22 orang," kata Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).
Untuk diketahui, Kebakaran di SPBE Cimuning Kota Bekasi dilaporkan terjadi pada Rabu (1/4) pukul 21.08 WIB. Api dilaporkan padam pada Kamis (2/4) sekitar 03.45 WIB.
Foto udara kebakaran SPBE Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). Disdamkarmat Kota Bekasi mengerahkan sebanyak 15 unit mobil damkar untuk memadamkan api nan membakar SPBE dan puluhan rumah penduduk nan diduga disebabkan arus pendek listrik. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Sedikitnya, 19 gedung ikut terlalap api nan terdiri dari 15 rumah tinggal di RT 02 RW 03), 4 rumah tinggal, dan 2 gerai di RT 01 RW 03.
Pilu 5 Orang Sekeluarga Jadi Korban
Lima orang sekeluarga menjadi korban saat SPBE Cimuning kebakaran. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah nan berlokasi di depan alias seberang SPBE.
"(Rumah korban) Di depan pintu gerbang SPBE, di seberangnya," kata Nachrowi.
Lima orang korban tersebut terdiri dari dua orang korban jiwa dan tiga orang korban luka. Kelima korban tersebut ialah:
- Aulia Putri Budiastuti (anak), meninggal bumi (luka bakar 63%)
- Sapta Prihantono (anak), meninggal bumi (luka bakar 63%)
- Ayah, tetap dirawat di RSUD Cibitung, serta
- Dimas (anak) dan Fajar (anak), tetap dirawat di RS Citra Arrafiq
Camat mengatakan Aulia Putri Budiastuti, mengembuskan napas terakhirnya pagi ini. Sedangkan Sapta nan merupakan anak bontot dari family tersebut meninggal pada Rabu (8/4).
"Barusan jam 04.30 WIB tadi subuh, Aulia Putri meninggal, nan satu family 5 orang (korban) itu," kata Nachrowi.
Sedikitnya, 21 gedung terdiri dari 19 rumah tinggal dan 2 gerai terdampak kebakaran SPBE Cimuning (Rachma/detikcom)
Ibu dan Anak Sulung Selamat
Keluarga tersebut sebenarnya terdiri dari 8 personil keluarga. Saat kebakaran terjadi, sang ibu sedang keluar rumah dan anak sulung namalain kakak pertama sudah tinggal di rumahnya sendiri.
Pada peristiwa nan terjadi pada Rabu (1/4) itu, sang ibu sedang keluar rumah lantaran sedang cek kesehatan.
"Anaknya sebenarnya semuanya enam. nan satu lagi di luar karea sudah misah rumah gitu. Nah jika ibunya juga lagi keluar gitu lagi kontrol. Jadi nan selamat itu ibu dengan anaknya nan paling tua satu, namanya Aris," katanya.
Bapak Awalnya Mau Selamatkan Anak-anak
Nachrowi mengatakan lima orang korban awalnya sedang berkumpul di rumah nan berlokasi persis di seberang SPBE. Ketika kebakaran terjadi, sang ayah nan saat itu berada di luar rumah sempat berlari masuk untuk menyelamatkan anak-anaknya.
"Bapaknya lari ke rumah. Saat itu belum terjadi apa-apa, belum ada api. Dia bilang, 'ayo keluar, mari keluar', semua disuruh keluar," tutur Nachrowi.
Petugas Damkar Kota Bekasi melakukan pendinginan area permukiman nan terdampak kebakaran SPBE Cimuning pada Kamis (2/4/2026) (ANTARA FOTO/Paramayuda)
"Pas mau keluar, ya itu terjadi (ledakan). Makanya bapaknya jadi ikut kena," lanjutnya.
2 Sekuriti Tutup Usia
Dua korban jiwa lain dalam kejadian ini berstatus petugas keamanan namalain sekuriti. Kedua korban mengalami luka bakar cukup parah.
"(Korban) Security, (bernama) Suyadi sama satu lagi Djaimun. Itu memang rata-rata sudah sepuh ya. nan Suyadi itu 63 tahun. nan Jaimun itu 61 tahun dengan luka bakar 92 persen dan 97 persen," ujarnya.
Dugaan Awal Penyebab Kebakaran
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi Heryanto mengungkapkan peristiwa kebakaran area SPBE Cimuning diduga berasal dari kebocoran gas di letak kejadian.
"Kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwajib, termasuk mengenai penyebab kebakaran. Namun infonya kebocoran gas. Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu penduduk nan berada di sekitar lokasi," kata Heryanto, dilansir Antara, Kamis (2/4).
Kebakaran SPBE di Cimuning, Kota Bekasi. (dok. ist)
Dia menduga api nan menjadi pemicu kebakaran berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE hingga mengakibatkan ledakan serta menghanguskan area tersebut.
"Karena penduduk bilang ada aroma gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya hubungan pendek arus listrik nan menyebabkan ledakan gas. Itu berasas info ya," katanya.
(jbr/mei)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·