Petinggi Microsoft Keluhkan AI Slop di Kantor, Padahal Microsoft Sendiri yang Mendorongnya

Sedang Trending 8 jam yang lalu

Seperti nan kita tahu, AI sekarang ada di mana-mana. Microsoft Copilot ada di Windows, Office, Edge, hingga beragam jasa Microsoft lainnya, dan apalagi bisa dibilang Microsoft menjadi salah satu perusahaan nan paling garang mendorong penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, ada sebuah ironi menarik guys, lantaran Ryan Roslansky, Executive Vice President Microsoft nan menangani LinkedIn dan Office, baru-baru ini mengeluhkan kejadian AI slop di lingkungan kerja kantornya.

Kirim Dokumen AI, Dibaca AI, Dirangkum AI

Nah jadi, Roslansky menceritakan sebuah pengalaman nan cukup menarik di LinkedIn, dimana dia menerima sebuah arsip nan menurutnya jelas dibuat menggunakan AI, setelah membacanya, Roslansky kemudian menggunakan AI untuk merangkum arsip tersebut.

Hasilnya? Tidak ada pemikiran alias buahpikiran baru nan didapatkan, dimana Roslansky menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah “doom loop”.

Dan jujur saja sih, susah untuk tidak memandang ironi di sini, lantaran seseorang menggunakan AI untuk membikin dokumen, kemudian orang lain menggunakan AI untuk membaca dan merangkum arsip tersebut, sementara itu manusia di tengah prosesnya justru semakin sedikit memberikan pemikiran asli.

Bukankah Microsoft nan Mendorong Semua Ini?

Nah masalahnya, Microsoft bukan sekadar penonton dalam kejadian AI saat ini, dimana seperti nan sudah kita telaah diawal, Microsoft adalah salah satu perusahaan terbesar nan secara garang mendorong AI ke beragam produknya, selain Copilot nan sekarang datang di Windows, Microsoft 365 juga dipenuhi fitur AI, hingga LinkedIn, platform nan berada di bawah Microsoft, sebelumnya mempunyai beragam fitur untuk membantu pengguna membikin konten dengan AI.

Baca juga: Ketika Semua Pakai AI, Apa nan Masih Terlihat Istimewa?

Jadi ketika seorang petinggi Microsoft mengeluhkan banyaknya konten AI berbobot rendah, wajar jika muncul pertanyaan sederhana dari kita sebagai pengguna, ialah “Bukankah Microsoft ikut menciptakan lingkungan tersebut?”

AI Seharusnya Membantu, Bukan Menggantikan Pemikiran Manusia

Sebenarnya, poin nan disampaikan Roslansky ini cukup masuk akal, dia mengatakan bahwa AI semestinya membantu manusia melakukan sesuatu, belajar, dan menciptakan sesuatu berasas perspektif serta pengalaman unik manusia, namun masalahnya, realita nan terjadi saat ini sering kali berbeda, banyak orang menggunakan AI untuk menghasilkan arsip tanpa betul-betul memeriksa isinya, lampau konten kemudian dikirim ke orang lain nan mungkin kembali menggunakan AI untuk merangkumnya.

Akhirnya, kita mendapatkan sebuah siklus nan cukup asing ialah AI menulis, AI membaca, AI merangkum. Lalu manusia sebenarnya melakukan apa?

Selain itu, saat ini bisa dibilang kejadian AI slop semakin terlihat di internet maupun bumi kerja, mulai dari konten generik nan dibuat secara otomatis semakin banyak, buahpikiran nan sama terus berulang dengan struktur dan style bahasa nan nyaris identik dan lainnya. Yah memang sih AI ini bisa menjadi perangkat alat nan sangat berguna.

Namun jika digunakan hanya untuk menghindari proses berpikir, hasilnya justru bisa seperti nan dikeluhkan Roslansky sendiri, ialah sebuah arsip dibuat AI, dikirim ke orang lain, kemudian diproses lagi oleh AI, tidak ada pemikiran baru, tidak ada perspektif pandang baru, dan nan ada hanya tumpukan teks nan terlihat produktif saja.

Tapi kembali lagi, mungkin inilah ironi terbesar dari semuanya, ialah Microsoft sekarang mengeluhkan masalah AI slop, sementara perusahaan tersebut juga menjadi salah satu pihak nan paling aktif mendorong AI masuk ke nyaris setiap produk nan kita gunakan.

Nah apakah Anda punya pendapat mengenai perihal ini guys? coba komen dibawah, apakah Anda merasa bahwa apa nan disampaikan Roslansky ini benar? jujur sih menurut saya iya, lantaran saat ini banyak orang mengandalkan AI sepenuhnya, bukannya makin produktif, justru seolah AI nan mengerjakan semuanya, buahpikiran dan pemikiran manusia nan ada dibaliknya justru jadi berkurang. 

Tapi gimana menurutmu?

Via : Linkedin


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com