Lahan pertanian seluas 1 hektare berada di Kampung Patrol, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kandas panen.(MI/Kristiadi)
LAHAN pertanian seluas 1 hektare berada di Kampung Patrol, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kandas panen (puso). Kegagalan tersebut, lantaran lahan di wilayahnya tidak ada saluran irigasi mengairi persawahan dan petani terpaksa meninggalkan lahan pertanian.
Seorang petani, Uham, 72, penduduk Kampung Patrol, Desa Cibeureum mengatakan, musim tandus nan terjadi menyebabkan lahan pertanian miliknya sudah mengalami kandas panen dan kandas tanam. Karena, tidak ada saluran irigasi mengairi areal persawahan seluas 1 hektare dan kondisi lahan sudah mengering meski beberapa hari turun hujan.
"Lahan pertanian di Kampung Patrol, Desa Cibeureum banyak lahan tandah hujan dan memang awalnya terairi air hingga petani berani mengolah dan menanam padi. Akan tetapi, selama beberapa bulan ditanam itu sebagian keluar bulir padi hingga kondisi daun menguning dan tanah dalam kondisi kering hingga semua kandas panen," ujar Uham, Selasa (16/6).
Menurut Uham, kekeringan nan terjadi di Desa Sukamantri menyebabkan banyak petani penggarap terpaksa meninggalkan lahan pertanian lantaran padi nan ditanam semua kandas panen meski daun sudah menguning tapi sebagian bulir padi hampa. Namun, gagalnya panen dan tanam telah membikin tanaman rusak hingga sekarang di manfaatkan oleh ternak domba lantaran sudah ditumbuhi rumput.
"Petani mengalami kerugian lantaran tanah nan digarap kering, ditumbuhi rumput dan tanaman padi menguning hingga panen di tahun ini kandas panen. Para petani sudah mengalami kegagalan mulai membeli bibit, pupuk, sewa traktor dan sekarang beranjak membangun koperasi desa merah putih (KDMP)," katanya.
Sementara itu, petani lainnya, Ucup, 60, penduduk Rajapolah mengatakan, musim tandus nan terjadi sekarang ini belum ada akibat kekeringan lantaran tetap banyak petani mengolah lahan, tanam padi mengingat curah hujan tetap terjadi. Namun, beberapa lahan nan lain sebagian petani sudah meninggalkan lantaran keringnya saluran irigasi.
"Musim tandus nan terjadi sekarang ini dapat ditanggulangi lantaran setiap petani mempunyai pompa air dan curah hujan tetap terjadi. Akan tetapi, jika daratan lahannya tinggi kemungkinan kandas panen meski di beberapa wilayah di wilayahnya sebagian petani sudah ada nan meninggalkan lahan lantaran pasokan air tidak bisa disuplai," paparnya. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·