Pesawat Jatuh Tewaskan 132 Orang, Muncul Dugaan Aksi Disengaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Data penerbangan terbaru memperkuat dugaan bahwa kecelakaan pesawat China Eastern Airlines pada Maret 2022 lampau merupakan tindakan nan disengaja oleh seseorang di dalam kokpit. Penemuan ini muncul setelah lebih dari empat tahun jet penumpang Boeing 737-800 tersebut terjun bebas dari ketinggian 29.000 kaki dan menghantam pegunungan di China selatan nan menewaskan seluruh 132 orang di dalamnya.

Mengutip laporan CNN International pada Selasa (5/5/2026), info nan dirilis oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menunjukkan bahwa sakelar bahan bakar ke kedua mesin dimatikan secara berbarengan sebelum pesawat tersebut jatuh.

Data ini diambil dari perekam info penerbangan alias "kotak hitam" pesawat nan dianalisis di laboratorium NTSB di Washington DC lantaran keterlibatan Boeing sebagai produsen pesawat asal AS.

Laporan NTSB menyebut bahwa saat pesawat sedang melaju di ketinggian 29.000 kaki, kontrol bentuk nan mengatur aliran bahan bakar ke mesin dipindahkan secara manual. Hal ini mengakibatkan kecepatan mesin menurun drastis tepat sebelum jet tersebut jatuh dari langit di wilayah terpencil Guangxi.

"Ditemukan bahwa saat menjelajah di ketinggian 29.000 kaki, sakelar bahan bakar pada kedua mesin beranjak dari posisi run ke posisi cutoff. Kecepatan mesin menurun setelah pergerakan sakelar bahan bakar tersebut," tulis laporan resmi NTSB.

Analis keselamatan penerbangan CNN, David Soucie, menjelaskan bahwa sakelar bahan bakar pada pesawat komersial Boeing 737 memerlukan tindakan bentuk nan spesifik. Seorang pilot kudu menarik sakelar ke atas terlebih dulu sebelum bisa memindahkannya ke posisi meninggal (cutoff), sehingga mini kemungkinan perihal tersebut terjadi lantaran ketidaksengajaan.

"Data ini dengan jelas menunjukkan bahwa sakelar bahan bakar ditempatkan secara manual pada posisi meninggal sesaat sebelum kecelakaan. Tidak ada indikasi bahwa sakelar dikembalikan ke posisi menyala. Itu menunjukkan tidak ada upaya untuk menyalakan kembali mesin. Jika sakelar dimatikan lantaran kesalahan, pilot pasti bakal mencoba menyalakannya kembali," ujar Soucie.

Meskipun perekam info penerbangan berakhir berfaedah saat generator kehilangan daya di ketinggian 26.000 kaki, perekam bunyi kokpit (CVR) terus merekam melalui persediaan baterai. Penyidik AS sukses memperoleh empat rekaman bunyi dari perangkat nan rusak tersebut dan telah mengirimkannya kepada Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), namun NTSB tidak menyimpan salinan file audio tersebut.

Pakar penerbangan Tony Stanton dari konsultan Strategic Air Australia memberikan peringatan bahwa arsip NTSB ini belum bisa dianggap sebagai laporan kecelakaan final. Ia menekankan perlunya interpretasi info nan lebih menyeluruh sebelum menarik konklusi akhir mengenai motif di kembali tragedi tersebut.

"Materi nan dirilis ini tidak dengan sendirinya membuktikan motif, niat, alias siapa nan memindahkan sakelar tersebut. Namun, rangkaian peristiwa ini sangat susah disesuaikan dengan kegagalan mekanis mesin dobel konvensional dan jauh lebih konsisten dengan pemutusan bahan bakar atas perintah manusia," kata Stanton.

Spekulasi mengenai tindakan sengaja ini sebenarnya telah beredar sejak tahun 2022, di mana beberapa laporan menyebut bahwa perintah input manusia mengirim pesawat ke arah menukik nan mematikan. CAAC sendiri sebelumnya sempat membantah spekulasi bunuh diri pilot dan menyatakan bahwa seluruh awak pesawat dalam kondisi sehat serta mempunyai lisensi nan valid.

Hingga saat ini, China belum menerbitkan pembaruan signifikan mengenai investigasi tersebut sejak tahun 2024. Hal ini memicu kritik publik lantaran kegagalan otoritas setempat dalam merilis laporan akhir, sementara bukti-bukti teknis dari kotak hitam terus menunjukkan adanya kejanggalan nan mengarah pada intervensi manusia di dalam kokpit.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News