Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Dekananto Eko Purwono menekankan seluruh personel nan bekerja mengamankan tindakan unjuk rasa mahasiswa di area silang Monas untuk mengedepankan pendekatan humanis dan bekerja sama satu komando.
Arahan tersebut tertuang dalam 18 direktif Kapolda nan dibacakan saat penyelenggaraan apel persiapan pengamanan di silang selatan Monas pada Jumat (17/7).
Dalam arahannya, Dekanonto menegaskan pengamanan tindakan penyampaian pendapat kudu melangkah kondusif dan tertib tanpa menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan akomodasi umum.
“Pengamanan unras kudu melangkah dengan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan akomodasi umum,” kata Dekananto.
Selain itu, Kapoda menginstruksikan seluruh personel mematuhi rantai komando selama pengamanan berlangsung. Tidak diperbolehkan ada personil nan mengambil tindakan sendiri di lapangan tanpa petunjuk pimpinan.
“Semua tindakan di lapangan kudu satu komando, tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi,” lanjut Dekananto.
Ia juga meminta personel tetap memperkuat dan tidak bersikap garang saat menghadapi massa. Aparat diminta memberikan ruang perbincangan kepada perwakilan peserta tindakan agar situasi tetap kondusif.
“Anggota nan bekerja menghadapi massa jangan bersikap garang dan tetap menjaga posisi memperkuat dengan mengedepankan langkah nan humanis serta memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa agar situasi di lapangan dapat diatur dengan baik,” tambah Dekananto.
Ia menegaskan seluruh personel nan bekerja dilarang menggunakan senjata api serta penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan sesuai perintah langsung Kapolda Metro Jaya.
“Pergerakan pasukan PHH maupun penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah Kapolda langsung,” tambah Dekananto.
Ia juga mengingatkan agar personel agar mengutamakan keselamatan masyarakat, baik peserta tindakan maupun penduduk nan beraktivitas di sekitar lokasi. Polisi juga diminta bertindak persuasif andaikan terjadi pembakaran ban selama tindakan berlangsung.
“Apabila ada pembakaran ban, berikan peringatan dua kali. Apabila tidak dipadamkan, segera kelak tim APAR nan bekerja untuk memadamkan,” ujar Dekananto.
Polisi menerjunkan tim campuran nan terdiri dari 3.728 personel Polda Metro Jaya, 150 personel Polres Metro Jakarta Pusat, 190 personel Polres Metro Jakarta Timur, dan personel campuran lainnya dari TNI dan lainnya.
Pengamanan dilakukan di sekitar area Monas, termasuk Bundaran HI, Dukuh Atas, serta beberapa rute perjalanan menuju tempat-tempat nan menjadi tujuan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·