Xanana juga menyampaikan penghormatan tinggi kepada ayahanda Megawati, Proklamator RI Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno merupakan pemimpin bumi nan sukses menggerakkan solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam melawan kolonialisme dan menegakkan martabat manusia.
Sementara itu, Megawati mengenang kunjungannya ke Dili pada 2002. Ia mencairkan suasana dengan berkelakar berbareng Xanana mengenai pengalaman mereka semasa perjuangan.
"Saya sering menggoda Pak Xanana. Kalau beliau menyebut penjara sebagai 'universitas tertutup', saya bilang, Bapak tetap kalah dengan bapak saya. Pak Xanana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang selama tujuh tahun, sedangkan bapak saya total menjalani 22 tahun penjara dan dibuang tiga kali," seloroh Megawati.
Di kembali candaan tersebut, Megawati menegaskan pentingnya integritas, keberanian, dan semangat kebangsaan nan kudu dimiliki setiap pemimpin.
Megawati juga membujuk wanita lebih berani mengambil peran di ruang-ruang strategis. Ia menawarkan tiga bagian kerja sama, ialah riset maritim dan perubahan suasana melalui BRIN, penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui BPIP, serta kaderisasi dan penguatan kelembagaan partai politik.
Menutup pidatonya, Megawati membujuk Timor-Leste percaya diri menghadapi tantangan dunia sekaligus memanfaatkan momentum keanggotaannya di ASEAN.
"Masa depan itu kita nan menentukan, bukan orang lain," tegas Megawati.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·