Pertanian Aceh Berangsur Pulih Usai Bencana Hidrometeorologi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Ia menjelaskan, pemulihan lahan dilakukan secara berjenjang sesuai tingkat kerusakan. Penanganan dimulai melalui optimasi lahan untuk sawah dengan kategori rusak ringan, dilanjutkan rehabilitasi pada lahan nan mengalami kerusakan sedang, hingga pengolahan lahan nan dilakukan setelah seluruh pekerjaan bangunan selesai sehingga lahan dapat segera kembali ditanami.

Selain memperbaiki lahan pertanian, pemerintah juga memperkuat prasarana penunjang agar proses produksi hingga pengedaran hasil pertanian dapat kembali melangkah optimal.

Berbagai intervensi dilakukan melalui pembangunan dan rehabilitasi sistem irigasi pemompaan, irigasi perpipaan, gedung konservasi, jaringan irigasi tersier, serta Jalan Usaha Tani nan menjadi akses utama mobilitas petani dan pengedaran hasil panen.

M. Nasir turut menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Menteri Pertanian Amnar Sulaian beserta jejeran Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, golongan tani, serta seluruh pihak nan terus bergotong royong mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Menurutnya, kerjasama lintas sektor menjadi kunci agar lahan nan sempat terdampak banjir dapat kembali produktif dan bisa menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.

Gerakan tanam padi perdana di Aceh Tamiang menjadi awal dari kembalinya musim tanam di area terdampak bencana. M. Nasir membujuk para petani memanfaatkan momentum tersebut dengan mengoptimalkan musim tanam, menjaga semangat gotong royong, serta mengikuti pengarahan nan disampaikan pemerintah dan pemangku budaya setempat.

"Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑