Pertamina Deteksi Bukan Minyak Biasa 11 Miliar Barel, Ini Lokasinya

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mengidentifikasi potensi persediaan minyak mentah jumbo dari sektor migas non-konvensional (MNK) alias "bukan minyak biasa" di dalam negeri.

Temuan potensi minyak di tempat (oil in place) dari sumber daya tersebut diperkirakan mencapai 11 miliar barel.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan, perusahaan tengah berupaya membangun ekosistem pendukung agar potensi besar tersebut dapat segera diproduksi secara masif.

Dia menyebut pengembangan upaya migas non-konvensional ini memerlukan kerjasama lintas sektor serta support kebijakan fiskal nan menarik dari pemerintah guna menarik minat investor.

"Jadi berita baiknya adalah baru-baru ini kami mempunyai 11 miliar barel minyak di tempat untuk non-konvensional," ucap Oki dalam aktivitas The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dikutip Kamis (21/5/2026).

Pertamina menilai perlu adanya kerjasama dengan beragam perusahaan jasa pertambangan bumi untuk mengangkat teknologi nan sukses diterapkan di wilayah lain, seperti Permian Basin di Amerika Serikat. Langkah ini dipandang krusial untuk mempercepat proses ekstraksi minyak nan mempunyai karakter teknis berbeda dengan minyak konvensional tersebut.

"Pekerjaan rumah kami saat ini pada dasarnya adalah gimana kami dapat memberikan pembelaan kepada pemerintah kami untuk mempunyai fiskal, kemudian kami mencoba mengundang begitu banyak mitra perusahaan jasa untuk menciptakan ekosistem," lanjut Oki.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap konsentrasi mengelola lapangan-lapangan tua (mature fields) melalui intervensi teknologi tinggi untuk menjaga stabilitas produksi nasional. Salah satu sasaran utama lokasinya berada di Lapangan Minas nan dilaporkan tetap menyimpan potensi persediaan sangat besar melalui skema pemulihan minyak lanjutan.

"Kami tetap mempunyai sekitar 4 miliar barel di satu lapangan di Minas, ini adalah pekerjaan rumah lain nan kami lakukan," tandasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengidentifikasi potensi 'bukan minyak biasa' alias Migas Non-Konvensional (MNK) mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (oil in place). Temuan tersebut berlokasi di sub-basin North Aman, Blok Rokan.

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menjelaskan bahwa pengembangan MNK tersebut merupakan strategi untuk mengimbangi penurunan produksi di lapangan konvensional. Arifin menyebut potensi besar di struktur North Aman tersebut menjadi kesempatan nan selama ini belum pernah tergarap di Indonesia.

"Dengan kondisi produksi lapangan tua nan terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio daya masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan daya nasional," ujarnya dalam arena OTC Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/4/2026).

Secara spesifik, potensi jumbo tersebut berada pada area Gulamo dan Kelok di wilayah kerja Rokan, Riau. Perusahaan telah membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui pengeboran sumur eksplorasi serta uji alir (flowback test) sebagai tonggak awal pengembangan MNK di Indonesia.

Lebih lanjut, PHR saat ini tengah melanjutkan perencanaan pengeboran mendatar dan multi-stage fracturing melalui proses appraisal. Struktur North Aman ini menjadi fondasi krusial untuk membuka potensi MNK pada sub-basin lainnya di Blok Rokan seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

"Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi nan tetap tinggi, support izin dan fiskal nan kompetitif, hingga kesiapan prasarana dan penguatan keahlian dan pengalaman. Oleh lantaran itu, dibutuhkan kerjasama lintas pemangku kepentingan," jelasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News