
Perluas Akses Kepemilikan Rumah, BTN Manfaatkan Data BPS (Foto: PKP)
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) alias BTN menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memanfaatkan info statistik nasional, termasuk info by name by address (BNBA). Hal ini untuk meningkatkan ketepatan sasaran pembiayaan perumahan sekaligus mendukung program 3 juta rumah.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kebutuhan bakal info nan jeli menjadi salah satu aspek krusial dalam mendukung penyaluran pembiayaan perumahan nan lebih tepat sasaran di tengah tetap tingginya kebutuhan rumah di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan info dan/atau info statistik serta pemanfaatan jasa layanan perbankan nan ditandatangani Direktur Utama BTN berbareng Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti,
"Kita mempunyai satu kebutuhan nan cukup besar, ialah data. Kalau kita bisa mempunyai info nan lebih baik mengenai siapa masyarakat nan belum mempunyai rumah, gimana tingkat penghasilannya, gimana demografinya, itu nan kita butuhkan. Dengan info nan semakin baik, pembiayaan bakal semakin tepat sasaran," kata Nixon dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Nixon mengatakan, Indonesia tetap menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit, sementara kebutuhan rumah baru mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu unit setiap tahun.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadikan pembiayaan nan tepat sasaran sebagai salah satu kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
Melalui kerja sama tersebut, BTN bakal memanfaatkan info statistik dan info by name by address sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh gambaran nan lebih komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat berasas lokasi, karakter sosial ekonomi, keahlian beli, hingga potensi permintaan pembiayaan di beragam wilayah.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·