Perkuat Dampak Pengabdian melalui FGD Diseminasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi di Jawa Barat

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Perkuat Dampak Pengabdian melalui FGD Diseminasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi di Jawa Barat Ilustrasi(Dok Istimewa)

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian nan inovatif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan "Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Penguatan Kolaborasi Perguruan Tinggi di Jawa Barat" nan berjalan pada Jumat (5/6), di Aula Kampus STIKEP PPNI Jawa Barat, Bandung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Program EQUITY UNJ dalam memperluas diseminasi praktik-praktik baik hasil pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kerjasama antarlembaga pendidikan tinggi. Melalui forum ini, beragam inovasi, model pemberdayaan, dan pendekatan pengabdian nan telah terbukti memberikan faedah bagi masyarakat didiskusikan untuk dapat direplikasi dan dikembangkan secara lebih luas.

FGD dihadiri oleh perwakilan beragam perguruan tinggi di Jawa Barat, antara lain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), STIKEP PPNI Jawa Barat, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), STIKES Dharma Husada Bandung, serta tim dari UNJ. Kehadiran beragam lembaga tersebut mencerminkan semangat kolaboratif dalam membangun ekosistem pengabdian nan lebih kuat, inklusif, dan berakibat bagi masyarakat.

Ketua STIKEP PPNI Jawa Barat, Linlin Hindayani, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif UNJ dalam menghadirkan ruang perbincangan dan kerjasama antarperguruan tinggi. Menurutnya, tantangan sosial nan semakin kompleks memerlukan sinergi lintas lembaga agar solusi nan dihasilkan menjadi lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Senada dengan perihal tersebut, Wawan Arif Sarwana selaku Ketua Yayasan Perawat Nasional Indonesia, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan corak nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berambisi forum seperti ini dapat melahirkan program-program kolaboratif nan memberikan akibat langsung bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan peran perguruan tinggi sebagai pemasok perubahan sosial.

"Melalui Program EQUITY, UNJ tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan reputasi internasional, tetapi juga memastikan bahwa hasil riset, inovasi, dan pengabdian dapat memberikan faedah langsung bagi masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci untuk memperluas akibat tersebut secara lebih sistematis dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menjelaskan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah dengan potensi sekaligus tantangan sosial nan sangat beragam sehingga menjadi ruang aktualisasi nan strategis bagi beragam program pengabdian.

"Berbagai tema pengabdian nan berkembang saat ini, mulai dari pelestarian budaya, penguatan UMKM, pendidikan inklusif, pemberdayaan perempuan, hingga transformasi digital masyarakat, merupakan rumor nan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat. Karena itu, sinergi antarperguruan tinggi perlu terus diperkuat agar solusi nan dihasilkan semakin komprehensif dan berakibat luas," ungkapnya.

Pada kesempatan nan sama, Direktur Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Murti Kusuma Wardani, menekankan pentingnya hilirisasi hasil pengabdian sebagai bagian dari peningkatan reputasi lembaga sekaligus kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari jumlah program nan dilaksanakan, tetapi juga dari keberlanjutan dampak, kesempatan replikasi, serta kemampuannya membangun kemandirian masyarakat. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan kesempatan kerjasama nan lebih luas," jelasnya.

Melalui FGD ini, para peserta sukses merumuskan pemetaan tema-tema pengabdian strategis, menyusun rekomendasi penguatan kerjasama antarperguruan tinggi, serta memperluas jejaring kerja sama akademik di bagian pengabdian kepada masyarakat. 

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program EQUITY UNJ dalam membangun budaya kerjasama nan bisa memperkuat akibat pengabdian, mendorong penemuan sosial, dan berkontribusi terhadap pembangunan berkepanjangan di Indonesia.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑