Perjalanan 24 Jam Naik Bajaj Antar Andromeda dari Yogya Menuju Kampus Impian ITB

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Andromeda saat tiba di ITB. dok ITB

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Tatacipta Dirgantara menyambut kehadiran Andromeda Sufi Anggoro dan keluarganya secara langsung di Wisma Rektor pada Senin (20/7) lalu.

Andromeda merupakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) nan rela menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung selama 24 jam dengan bajaj untuk berkuliah di ITB. Perjalanan itu ditempuh berbareng ibu, bapak, serta seorang adiknya.

Ia diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Rektor ITB Prof. Tatacipta menyampaikan ucapan selamat kepada Andromeda dan keluarganya atas keberhasilan tersebut.

"Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berupaya agar sebanyak mungkin adik-adik nan mempunyai keahlian akademis baik dapat diterima di ITB," ujar Tata melalui keterangannya, Jumat (24/6).

Tata menegaskan kampus tidak pernah membeda-bedakan latar belakang para mahasiswanya. Ia juga memastikan seluruh mahasiswa dapat menjalani pendidikan dengan lancar.

"Kami tidak membeda-bedakan keahlian ataupun latar belakang family dan ekonomi," tegas Prof. Tata.

Ayah Andromeda, Basuni Yusuf, menyebut kemauan sang anak menempuh pendidikan di ITB telah tumbuh sejak duduk di kelas X SMA. Namun, kemauan tersebut sempat terkendala lantaran Basuni hanya seorang pengemudi bajaj nan merasa tak bisa memenuhi kebutuhan pendidikannya.

"Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, jika kuliah di Bandung, saya belum bisa membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta," ungkap Basuni.

Andromeda memang sempat berkuliah di salah satu kampus di Yogyakarta. Namun, dia diam-diam kembali mengikuti UTBK dan belajar secara otodidak melalui YouTube. Andromeda akhirnya lulus dan diterima menjadi mahasiswa baru ITB tahun ini.

"Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung," ucap Basuni bangga.

Andromeda dan bajaj ayahnya. Foto: ITB

Nama Andromeda nan disematkan pada nama sang anak juga mempunyai makna tersendiri. Basuni berambisi nama nan terinspirasi dari Galaksi Andromeda tersebut dapat menjadi angan agar anaknya mempunyai pemikiran nan luas.

"Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunyai jangkauan pemikiran nan luas, seluas galaksi," minta Basuni.

Di sisi lain, Andromeda mengaku selama ini tidak pernah mengikuti pengarahan belajar lantaran keterbatasan biaya. Ia hanya mengandalkan video pembelajaran nan tersedia di YouTube serta mengikuti sejumlah latihan dan uji coba tes secara daring.

"Saya belum pernah ikut bimbel lantaran persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi nan mau dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya," imbuh dia.

Terkait rencana berkuliah, Andro berencana konsentrasi belajar agar memperoleh hasil akademik nan baik pada masa TPB. Ia mau konsentrasi di program studi Astronomi nan dia cita-citakan sejak lama.

Ketertarikannya terhadap astronomi tumbuh dari kegemarannya mempelajari fisika dan pengalamannya mengikuti pengajian nan membahas langit serta luasnya alam semesta.

"Saya pernah mengikuti pengajian nan menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik lantaran buatan Tuhan nan Maha Esa begitu luas. Saya mau mendalaminya," kata Andromeda.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan