Peringatkan AS, Iran Akan Hancurkan Pusat Data dan Fasilitas AI Jika Diserang Lagi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Peringatkan AS, Iran Akan Hancurkan Pusat Data dan Fasilitas AI Jika Diserang Lagi

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. (Foto: Nur Photo)

TEHERAN - Iran bakal menghancurkan prasarana teknologi Amerika Serikat (AS) di area Teluk jika Washington kembali melancarkan serangan. Demikian peringatan nan disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.

Dalam wawancara dengan Press TV nan ditayangkan akhir pekan lalu, Rezaei secara unik menyoroti aset-aset AS nan berada di Uni Emirat Arab dan di sekitar Selat Hormuz. Ia memperkirakan nilai aset-aset tersebut mencapai lebih dari USD 2 triliun dan menyebutnya sebagai "nadi perekonomian Amerika di area ini."

"Kami belum memasukkan aset-aset ini ke dalam daftar sasaran kami. Namun, jika perang pecah, banyak dari kabel, pusat data, akomodasi kepintaran buatan, dan beragam letak lainnya bakal dihancurkan," ujarnya sebagaimana dilansir RT.

Rezaei menyatakan bahwa Teheran sengaja menahan penggunaan sejumlah keahlian militernya dalam pertempuran sebelumnya, namun sekarang siap untuk mengerahkan keahlian tersebut dan "menghadapi musuh dengan rencana nan jauh lebih luas dan menyeluruh" jika permusuhan kembali terjadi.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran pada 28 Februari. Meskipun pertempuran telah mereda, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlanjut, sementara lampau lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tetap terganggu.

Kontak diplomatik terus berjalan melalui Pakistan, Qatar, dan Irak. Rezaei mengatakan bahwa Washington telah menerima sebagian dari tujuh syarat Teheran untuk menyelesaikan konflik, namun membiarkan poin-poin lainnya tetap tidak jelas, sehingga tanggapan mereka dianggap tidak memadai.

Tuntutan Iran mencakup pencabutan blokade angkatan laut, penghentian permusuhan di semua lini, dan pelepasan aset nan dibekukan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Senin (12/10/2026) bahwa komunikasi melalui pihak penengah tetap terus melangkah dan Teheran sedang meninjau poin-poin terbaru dari Washington.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑