DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengawali rangkaian peringatan Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 dengan menggelar hormat sosial pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi lanjut usia (lansia), Minggu (26/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta juga mendorong Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan alokasi anggaran agunan sosial bagi lansia.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mengatakan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma merupakan bentuk komitmen partainya untuk memastikan masyarakat, khususnya lansia, memperoleh akses jasa kesehatan nan layak. Menurutnya, upaya tersebut juga perlu didukung dengan penguatan program agunan sosial nan disiapkan pemerintah daerah.
"Komitmen PDI Perjuangan untuk memastikan kesehatan lansia kami jalankan melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Kami juga mendorong agar agunan sosial lanjut usia dari Pemda DIY semakin baik, termasuk melalui peningkatan alokasi anggaran," kata Eko Suwanto di sela aktivitas pemeriksaan kesehatan.
Eko menjelaskan, aktivitas hormat sosial tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Peristiwa Kudatuli 1996 di Kota Yogyakarta. Seluruh agenda peringatan dirancang sebagai penerapan komitmen PDI Perjuangan dalam menjalankan ideologi politik kebangsaan dengan selalu datang dan berada di tengah masyarakat.
Ia menyebut rangkaian peringatan diawali dengan hormat sosial pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi lansia, dilanjutkan simulasi penanggulangan musibah oleh Baguna di Sungai Gajah Wong, pelantikan pengurus ranting, Baguna, Bamusi, dan TMP. Puncak peringatan pada 27 Juli 2026 bakal diisi dengan refleksi dan angan bersama, sedangkan pada 29 Juli 2026 digelar talk show bertema Demokrasi & HAM.
"Peringatan Peristiwa Kudatuli 1996 kami awali dengan hormat sosial pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi lansia. Setelah itu ada simulasi penanggulangan musibah oleh Baguna di Sungai Gajah Wong, pelantikan ranting, Baguna, Bamusi, dan TMP. Puncaknya pada 27 Juli diisi refleksi dan angan bersama, kemudian pada 29 Juli diselenggarakan talk show bertema Demokrasi & HAM," ujar Eko.
Menurut Eko, Peristiwa Kudatuli alias peristiwa kekerasan politik pada 27 Juli 1996 di era Orde Baru merupakan tonggak krusial dalam sejarah perjuangan PDI Perjuangan melawan rezim otoriter. Karena itu, peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana memperkuat pemahaman ideologi dan sejarah perjuangan partai.
"Peringatan peristiwa 27 Juli 1996 merupakan pengingat atas kekerasan politik negara di bawah rezim otoriter Orde Baru. Kami mau seluruh kader PDI Perjuangan memahami ideologi partai, mengenang perjuangan para pendahulu dalam menegakkan demokrasi, serta meneguhkan komitmen kerakyatan sebagai garis perjuangan partai dengan gagah berani memperjuangkan kebenaran dan kerakyatan demi kesejahteraan masyarakat," kata Eko Suwanto.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·