Peresmian Patung Soekarno di KBRI Roma: Simbol Diplomasi dan Pancasila

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Simbol Diplomasi dan Pancasila KBRI Roma meresmikan patung Presiden pertama RI Soekarno, sebagai rangkaian aktivitas peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026).(ANTARA/HO-KBRI Roma)

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dengan langkah nan istimewa. Selain menggelar upacara khidmat, KBRI Roma secara resmi meresmikan patung Presiden pertama RI, Soekarno, nan sekarang berdiri tegak di Wisma Duta, Italia.

Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, menegaskan bahwa kehadiran patung Bung Karno bukan sekadar hiasan estetika. Patung tersebut merupakan simbol penghormatan atas warisan diplomasi besar nan ditinggalkan sang Proklamator, sekaligus pengingat bakal semangat politik luar negeri bebas aktif nan terus dijaga hingga kini.

"Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi nan kuat lahir dari keberanian visi dan kepercayaan diri sebagai bangsa. Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan penduduk Indonesia untuk terus membawa api perjuangan bahwa Indonesia adalah bangsa nan berdaulat dan terhormat di panggung dunia," ujar Junimart dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).

Simbol Ketegasan dan Sejarah Panjang

Patung perunggu tersebut menggambarkan sosok Soekarno dalam pose penghormatan ikonik dengan busana dinas lengkap. Tatapannya nan lurus ke depan melambangkan ketegasan dan keberanian pemimpin nan membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Pemilihan letak di Roma mempunyai akar sejarah nan sangat kuat. Gedung KBRI Roma dan Wisma Duta diakuisisi langsung atas perintah Presiden Soekarno pada Januari 1956. Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis beliau untuk menempatkan perwakilan Indonesia secara prestisius di ibu kota negara-negara kunci dunia.

Catatan Sejarah: Jejak Bung Karno di Italia & Vatikan

Waktu Peristiwa / Pencapaian
Januari 1956 Akuisisi Gedung KBRI Roma (Via Campania) dan Wisma Duta (Via Piemonte).
10–13 Juni 1956 Kunjungan kenegaraan pertama ke Italia, disambut Presiden Giovanni Gronchi.
Juni 1956 Bertemu Paus Pius XII di Vatikan; menerima penghargaan Grand Cross of the Pian Order.
1959 & 1964 Kunjungan ke Vatikan menemui Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI.

Pesan Kebangsaan dari Puan Maharani

Hadir sebagai Inspektur Upacara, Ketua DPR RI Puan Maharani nan juga merupakan cucu dari Bung Karno, memberikan petunjuk menyentuh bagi para diaspora. Ia menekankan bahwa Pancasila kudu tetap menjadi identitas utama penduduk negara Indonesia, meskipun berada jauh dari tanah air.

"Kepada KBRI Roma dan seluruh penduduk negara Indonesia di Italia, tetaplah meletakkan Pancasila di hati masing-masing. Pancasila adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia, di mana pun kita berada," tegas Puan.

Senada dengan perihal tersebut, perwakilan generasi muda diaspora di Italia, Dimas Prasetia, menyatakan komitmennya untuk meneruskan cita-cita kebangsaan. Menurutnya, patung Bung Karno menjadi pengingat bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk berani bermimpi besar bagi bangsa.

Dukungan untuk Industri Kreatif Lokal

Menariknya, pembuatan patung ini melibatkan talenta lokal dari tanah air. KBRI Roma memercayakan pengerjaan patung perunggu tersebut kepada Gusti Dipa Art Gallery, sebuah pelaku UMKM seni rupa asal Bantul, Yogyakarta, dan Bekasi nan telah berilmu lebih dari 30 tahun.

Langkah ini diambil sebagai corak nyata komitmen KBRI Roma dalam mendukung industri imajinatif Indonesia di kancah internasional, sekaligus menjadikan karya seni anak bangsa sebagai bagian dari warisan diplomasi budaya di Eropa. (Ant/.Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia