Penanggungjawab lapangan BUMD Dusun Klantung, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Ismulyanto (baju merah).(MI/Supardji Rasban)
SUMUR minyak rakyat alias sumur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) nan berada di Dusun Klantung, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai melakukan pengiriman minyak mentah ke Pertamina Cepu. Pengiriman perdana tersebut dilakukan Minggu (17/5).
Pengiriman perdana sebanyak 15 ribu liter minyak mentah alias setara tiga tangki. Sumur minyak tersebut dikelola oleh Karya Energi Nusantara Oil (KEN Oil).
Penanggung jawab lapangan, Ismayulianto, menyampaikan pengiriman perdana ini menjadi langkah awal pengelolaan sumur minyak rakyat di wilayah Kendal nan selama ini mulai dikembangkan secara bertahap.
Ismayulianto menuturkan saat ini tetap ada sejumlah titik sumur minyak nan belum dimaksimalkan produksinya. Ke depan, pihak pengelola menargetkan produksi minyak mentah hingga 25 ribu/ liter setiap hari untuk dikirim ke Pertamina Cepu.
“Ini baru pengiriman perdana. Masih ada beberapa titik sumur nan belum difungsikan maksimal. Harapannya kelak bisa mencapai sasaran pengiriman hingga 25 ribu liter per hari,” ujar Ismuyulianto.
Ismuyuliyanti menyebut selain melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja, pengelolaan sumur minyak juga bekerja sama dengan Perhutani. "Karena Perhutani sebagai pemilik lahan," jelas Ismuyulianto.
Manager Operasional Deputi Kopmigas Wahyu Aji, menerangkan kualitas minyak mentah nan dihasilkan dari sumur di wilayah Klantung cukup baik lantaran mempunyai kandungan air nan rendah.
"Kondisi tersebut membikin potensi sumur minyak mentah di Kendal tetap sangat layak untuk dikelola dalam jangka panjang. Kualutasnya juga bagus dan kandungan airnya sangat sedikit sehingga potensinya tetap baik untuk beberapa tahun ke depan,” papar Wahyu Aji.
Kepala Desa Sojomerto, Rindu Rimba, mengapresiasi adanya eksplorasi sumur minyak di wilayahnya. Ia berambisi keberadaan sumur minyak dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya penduduk Dusun Klantung.
Selain membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar, keberadaan sumur minyak juga diharapkan bisa mengangkat potensi wilayah nan sejak era Belanda dikenal mempunyai sumber minyak bumi.
“Di Dusun Klantung ini ada peninggalan sumur minyak era Belanda nan tetap aktif. Dulu belum bisa dikelola maksimal, sekarang mulai difungsikan kembali dan semoga membawa faedah bagi masyarakat,” ujar Rindu.
Rindu berambisi dengan dimulainya pengiriman perdana minyak mentah ke Pertamina Cepu, produksi sumur minyak rakyat di Kabupaten Kendal terus berkembang. "Sehingga bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar," ucap Rindu.(E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·