Penumpang KRL Pergoki Diduga Ada Pengintip Rok di Celah Peron, KAI Cari Pelaku

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Celah peron dan gerbong KRL Commuterline tempat penumpang diduga mengalami pelecehan seksual di Stasiun Kebayoran, Jakarta. Foto: Threads/@andinewst

Dugaan pelecehan seksual terjadi di Stasiun Kebayoran. Peristiwa ini viral di media sosial setelah korban mengunggah kronologi kejadian melalui akun media sosial miliknya.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 18.58 WIB. Dalam video nan diunggah akun Threads @andinewst, terdengar seorang wanita meneriaki laki-laki nan berada di bawah peron sembari memegang ponsel.

“Wah lu nan sering ngintipin celana cewe? Tuh orangnya,” ujar korban dalam video tersebut.

Korban kemudian menjelaskan kronologi kejadian melalui keterangan unggahannya. Ia mengaku mengalami pelecehan saat berada di dalam Commuter Line.

“Hari ini, Sabtu 2 Mei sekitar pukul 18.58 saya mengalami pelecehan seksual di Stasiun KRL Kebayoran. Saya naik KRL Rangkasbitung dari Jurang Mangu menuju Tanah Abang di gerbong perempuan. Aku berdiri di dekat pintu agar mudah turun dan merasa lebih aman,” tulis korban dikutip pada Minggu (3/5). Pemilik akun sudah mengizinkan kumparan untuk mengutip unggahannya.

Ia menuturkan, saat kereta berakhir di Stasiun Kebayoran, dirinya tengah memandang ponsel sebelum menyadari ada perihal mencurigakan di bawah peron. Saat itu, posisinya dia berdiri di dekat pintu.

“Saat kereta berakhir di Stasiun Kebayoran, saya sedang memandang hp. Tiba-tiba saya memandang kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron,” lanjutnya.

Beberapa detik kemudian, korban menyadari adanya seorang laki-laki berada di bawah peron. Dia menyebut orang tersebut mengarahkan ponsel ke arah bawah roknya.

“Awalnya saya bingung tapi beberapa detik kemudian saya sadar ada seorang laki-laki berlindung di bawah peron sembari mengarahkan hp dan mengintip ke bawah rok saya. Posisi saya memang tepat berdiri di depan pintu, dan saat itu tidak ada penumpang nan turun,” ungkapnya.

Korban langsung berteriak dan meminta support penumpang lain di sekitarnya.

“Saya langsung teriak panik dan memanggil perempuan-perempuan di sekitar saya. Mereka ikut memandang dan meneriaki pelaku. Setelah ketahuan, dia langsung mundur dan menjauh,” tulisnya.

Ia juga sempat merekam kejadian tersebut sebagai bukti. Namun, korban tidak dapat langsung melapor.

“Saya sempat merekam sebagai bukti dan dari video itu terlihat jelas ada badan dan tangan seorang laki-laki di bawah peron. Sayangnya saya tidak bisa langsung turun alias melapor di Stasiun Palmerah lantaran pintu kereta sudah keburu tertutup dan kereta langsung berjalan,” jelasnya.

Korban juga menyoroti, tidak adanya petugas keamanan saat kejadian berlangsung.

“Yang lebih mengkhawatirkan saat kejadian tidak ada petugas keamanan di peron ataupun di dalam gerbong. Setelah sampai tujuan saya langsung melapor ke petugas KAI Kebayoran dan laporan sudah ditindaklanjuti,” tambahnya.

Ia berambisi pelaku segera ditangkap dan mengimbau wanita lain untuk lebih waspada.

“Saya berambisi pelaku segera tertangkap lantaran saya percaya ini bukan pertama kalinya dia melakukan perihal seperti ini. Saya membagikan cerita ini agar wanita lain lebih waspada terutama saat berdiri di dekat pintu kereta. Jangan pernah ragu untuk teriak dan melapor jika mengalami perihal serupa,” tandasnya.

Respons KAI Commuter

Menanggapi video nan beredar, pihak KAI Commuter menyatakan telah melakukan penelusuran di letak usai menerima laporan dari pengguna.

Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa petugas langsung bergerak setelah mendapat info mengenai dugaan tindakan mencurigakan di area peron.

“Petugas KAI Commuter bertindak sigap menyusuri area peron Stasiun Kebayoran usai mendapatkan laporan dari pengguna Commuter Line nan memandang orang nan mencurigakan dan diduga melakukan tindakan melanggar norma sekitar pukul 18.10 WIB,” ujar Leza dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).

Ia menyebut, laporan awal berasal dari pengguna nan memandang seseorang berada di bawah ujung peron 2.

“Salah seorang pengguna nan mengetahui perihal tersebut melaporkannya ke petugas di Stasiun Palmerah,” kata dia.

Petugas kemudian melakukan koordinasi dan penelusuran di letak kejadian, namun tidak menemukan terduga pelaku.

“Namun petugas tidak menemukan orang nan mencurigakan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, penelusuran juga dilakukan melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), tetapi tidak ditemukan sosok mencurigakan.

“Petugas juga telah menelusuri melalui rekaman CCTV di area stasiun, namun dari rekaman nan ada juga tidak terlihat orang nan mencurigakan tersebut,” tambahnya.

KAI Commuter mengapresiasi laporan dari pengguna dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa.

“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas bakal langsung merespons laporan-laporan nan mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” tegas Leza.

Hingga saat ini, pihak KAI Commuter menyatakan tetap melakukan pemantauan di area stasiun mengenai dugaan kejadian tersebut.

“Kami terus melakukan pemantauan di area lokasi,” tandas Leza.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan