Pengertian Akuisisi dan Cara Kerjanya dalam Bisnis

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Pengertian Akuisisi – Bayangkan sebuah perusahaan mau masuk ke pasar baru.

Perusahaan tersebut sebenarnya bisa membangun upaya dari awal. Membuat produk, mencari pelanggan, membangun jaringan distribusi, merekrut tim, hingga mengembangkan operasional memerlukan waktu nan tidak sedikit.

Tetapi ada pilihan lain.

Bagaimana jika perusahaan tersebut cukup mengambil alih upaya nan sudah berjalan?

Dengan langkah ini, perusahaan dapat memperoleh akses terhadap bisnis, pelanggan, aset, teknologi, jaringan, alias sumber daya nan sebelumnya tidak dimiliki.

Strategi seperti inilah nan dikenal sebagai akuisisi.

Lalu, apa sebenarnya pengertian akuisisi? Mengapa perusahaan memilih melakukan akuisisi, dan gimana proses pengambilalihan sebuah upaya dilakukan?

1. Apa pengertian akuisisi?

Akuisisi adalah proses pengambilalihan kepemilikan alias pengendalian terhadap suatu perusahaan, bisnis, alias aset oleh pihak lain.

Dalam transaksi akuisisi, pihak nan melakukan pengambilalihan disebut sebagai pihak pengakuisisi. Sementara itu, perusahaan alias aset nan diambil alih menjadi objek akuisisi.

Akuisisi dapat dilakukan terhadap seluruh perusahaan maupun bagian tertentu dari suatu bisnis, tergantung struktur transaksi nan disepakati.

Secara sederhana, begini bentuknya:

Perusahaan A ? mengambil alih kepemilikan alias pengendalian atas Perusahaan B ? Perusahaan C

Setelah transaksi dilakukan, pihak pengakuisisi dapat memperoleh kendali terhadap upaya sesuai dengan struktur kepemilikan nan diperoleh.

2. Mengapa perusahaan memilih akuisisi?

Pertumbuhan upaya tidak selalu kudu dimulai dari nol.

Perusahaan nan mau memperluas pasar dapat membangun jaringan sendiri. Namun, perusahaan juga dapat memilih mengambil alih upaya nan sudah mempunyai pelanggan, produk, aset, teknologi, alias jaringan tertentu.

Beberapa tujuan akuisisi antara lain:

  • memperluas pasar;
  • mendapatkan pengguna baru;
  • meningkatkan skala bisnis;
  • memperoleh teknologi;
  • mendapatkan sumber daya;
  • memperluas jaringan distribusi;
  • memperkuat portofolio produk;
  • memasuki industri alias wilayah baru;
  • meningkatkan keahlian operasional.

Dengan demikian, akuisisi dapat menjadi salah satu strategi untuk mempercepat ekspansi perusahaan.

3. Akuisisi dapat mempercepat ekspansi bisnis

Salah satu daya tarik akuisisi adalah perusahaan tidak selalu perlu membangun seluruh upaya dari awal.

Misalnya, perusahaan mau memasuki kota baru.

Jika membangun upaya sendiri, perusahaan mungkin perlu menyiapkan lokasi, jaringan distribusi, tenaga kerja, pelanggan, sistem operasional, dan beragam kebutuhan lainnya.

Melalui akuisisi, perusahaan dapat mengambil alih upaya nan sudah mempunyai sebagian dari prasarana tersebut.

Namun, perihal ini bukan berfaedah akuisisi selalu lebih mudah. Sebelum melakukan akuisisi, perusahaan sebaiknya tetap perlu melakukan pertimbangan dan memastikan upaya nan diambil alih sesuai dengan strategi perusahaan.

4. Mengenal jenis akuisisi dalam bisnis

Akuisisi dapat dibedakan berasas hubungan antara perusahaan nan melakukan transaksi.

Akuisisi horizontal

Terjadi ketika perusahaan mengambil alih perusahaan lain nan bergerak dalam industri alias pasar nan sama.

Akuisisi vertikal

Terjadi ketika perusahaan mengambil alih upaya nan berada dalam rantai pasoknya.

Akuisisi konglomerat

Terjadi ketika perusahaan mengambil alih upaya nan bergerak dalam industri nan berbeda.

Akuisisi aset

Akuisisi dapat berfokus pada aset tertentu tanpa kudu mengambil alih seluruh perusahaan.

5. Bagaimana proses akuisisi dilakukan?

Akuisisi memerlukan beberapa tahapan sebelum transaksi dapat diselesaikan.

Secara umum, prosesnya dapat mencakup:

Identifikasi target
Perusahaan menentukan upaya alias aset nan mau diakuisisi.

Evaluasi
Perusahaan menganalisis kondisi bisnis, aset, keuangan, dan operasional target.

Due diligence
Pemeriksaan dilakukan untuk memahami kondisi dan akibat sasaran secara lebih menyeluruh.

Valuasi
Perusahaan menentukan nilai upaya alias aset nan bakal diambil alih.

Negosiasi
Pihak-pihak nan terlibat membahas nilai transaksi dan beragam ketentuannya.

Kesepakatan
Hasil negosiasi dituangkan dalam arsip transaksi.

Penyelesaian transaksi
Pengambilalihan dilakukan setelah persyaratan transaksi terpenuhi.

Integrasi
Bisnis nan telah diakuisisi kemudian diintegrasikan sesuai kebutuhan perusahaan.

6. Mengapa due diligence menjadi bagian penting?

Membeli sebuah upaya bukan hanya tentang memandang berapa besar omzet alias jumlah aset nan dimiliki.

Perusahaan juga perlu mengetahui apa nan sebenarnya berada di kembali upaya tersebut.

Karena itu, dilakukan due diligence untuk memeriksa beragam aspek seperti:

  • kondisi keuangan;
  • aset;
  • utang dan kewajiban;
  • aspek hukum;
  • pajak;
  • kontrak;
  • operasional;
  • sumber daya manusia;
  • teknologi;
  • pelanggan.

Informasi tersebut membantu pihak pengakuisisi memahami kondisi sasaran sebelum transaksi dilakukan.

7. Apa nan bisa diperoleh perusahaan dari akuisisi?

Sebuah perusahaan tidak hanya membeli kepemilikan ketika melakukan akuisisi.

Di kembali sebuah upaya terdapat beragam sumber daya nan dapat menjadi argumen transaksi dilakukan.

Misalnya:

Pelanggan
Bisnis nan diakuisisi sudah mempunyai pedoman pelanggan.

Jaringan
Perusahaan dapat memperoleh akses terhadap jaringan pengedaran alias letak tertentu.

Teknologi
Akuisisi dapat memberikan akses terhadap teknologi alias keahlian digital.

Produk
Produk nan sudah dikembangkan dapat melengkapi portofolio perusahaan.

Sumber daya manusia
Perusahaan dapat memperoleh tim dengan skill tertentu.

Inilah salah satu argumen kenapa akuisisi dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.

8. Akuisisi tetap mempunyai risiko

Akuisisi tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan.

Perusahaan tetap menghadapi sejumlah risiko, seperti:

  • harga akuisisi terlalu tinggi;
  • kondisi upaya tidak sesuai ekspektasi;
  • masalah hukum;
  • kewajiban nan belum teridentifikasi;
  • kesulitan integrasi;
  • perbedaan budaya perusahaan;
  • kehilangan karyawan;
  • target sinergi tidak tercapai.

Karena itu, keputusan akuisisi memerlukan kajian nan matang sebelum transaksi dilakukan.

9. Contoh sederhana akuisisi

Misalnya Perusahaan A mempunyai jaringan pengedaran nan luas, sedangkan Perusahaan B mempunyai produk dan pengguna nan kuat.

Perusahaan A kemudian mengambil alih kepemilikan Perusahaan B.

Setelah transaksi selesai, Perusahaan A memperoleh kendali atas upaya B sesuai struktur transaksi nan dilakukan.

Secara sederhana:

Perusahaan A ? mengambil alih ? Perusahaan B

Perusahaan A kemudian dapat mengintegrasikan upaya B ke dalam strategi bisnisnya.

Contoh tersebut menggambarkan konsep dasar akuisisi tanpa masuk ke struktur transaksi korporasi nan lebih kompleks.

10. Pengertian akuisisi berbeda dengan merger

Istilah akuisisi sering muncul berbareng pengertian merger lantaran keduanya berangkaian dengan strategi korporasi.

Secara sederhana, akuisisi berfokus pada pengambilalihan kepemilikan alias pengendalian, sedangkan merger berangkaian dengan penggabungan perusahaan.

Keduanya mempunyai struktur transaksi nan berbeda, sehingga istilah merger dan akuisisi tidak selalu dapat digunakan secara bergantian.

Kesimpulan

Pengertian akuisisi adalah proses pengambilalihan kepemilikan alias pengendalian terhadap perusahaan, bisnis, alias aset oleh pihak lain.

Strategi ini dapat digunakan untuk memperluas pasar, mendapatkan pelanggan, memperoleh sumber daya, memperkuat portofolio, hingga mempercepat ekspansi bisnis.

Namun, akuisisi bukan sekadar membeli sebuah perusahaan. Ada proses evaluasi, due diligence, valuasi, negosiasi, hingga integrasi nan perlu diperhatikan.

Sementara itu, pengertian merger mempunyai konsep berbeda lantaran lebih menekankan pada penggabungan perusahaan.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑