
Ilustrasi.
JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan dinilai belum maksimal. Politisi Fraksi PKS tersebut juga meminta pemerintah mempertimbangkan penetapan status karhutla sebagai musibah nasional mengingat dampaknya nan berlarut-larut.
Riyono menyebut DPR telah memperingatkan potensi peningkatan titik api pada 2026. Peringatan tersebut, menurutnya, telah disampaikan jauh-jauh hari dalam rapat kerja berbareng pemerintah.
"Sudah kita sampaikan jauh-jauh hari pada waktu rapat kerja bahwa titik potensi kebakaran alias titik api di tahun 2026 itu kecenderungannya lebih besar dibanding tahun 2025," ujar Riyono dikutip Minggu (18/10/2026).
Menurut Riyono, kebakaran nan berjalan selama dua hingga tiga bulan tanpa penanganan maksimal kudu menjadi bahan pertimbangan serius. Evaluasi tersebut perlu mencakup kesiapan langkah pencegahan, efektivitas pemadaman di lapangan, hingga peran aktif Kementerian Kehutanan.
Ia juga menyoroti karakter lahan gambut nan membikin kebakaran berpotensi kembali menyala meskipun api di permukaan tampak telah padam. Menurutnya, diperlukan teknik pemadaman unik nan bisa menjangkau bara api di bawah permukaan tanah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·