Pemkot Solo Waspadai 7 Penyakit Menular untuk Hewan Kurban Idul Adha

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Pemkot Solo Waspadai 7 Penyakit Menular untuk Hewan Kurban Idul Adha Ilustrasi(MI/WIDJAJADI)

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo mewaspadai sejumlah penyakit nan kemungkinan menjangkiti hewan ternak untuk kurban Idul Adha 2026. Sepekan jelang hari raya kurban, lampau lintas hewan ternak masuk Kota Solo makin meningkat.

"Adanya peningkatan lampau lintas hewan ternak dari luar wilayah ini membawa akibat penularan penyekait. Karena itu pantauan dan pemeriksaan kesehatan diperketat. Setidaknya ada 7 jenis penyakit nan sering menular, jika berkaca pada periode tahun lalu," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo, Wahyu Kristina kepada Media Indonesia, Rabu (20/5/2026) di tengah persiapan memantau sejUmlah letak penjualan hewan kurban dadakan di Solo.

Pemkot Solo, lanjut dia, mewajibkan hewan ternak nan masuk Kota Solo kudu dilengkapi dengan arsip veteriner, nan menerangkan sisi kesehatan dan kepantasan hewan dari wilayah asal. Selain itu, tim pemantau nan dilengkapi paramedik veteriner juga tetap memeriksa kondisi hewan ternak nan ditawarkan ke masyarakat.

Yang sangat diwaspadai dari penyakit rentan menular pada ternak adalah PMK ( penyakit mulut dan kuku), LSD, antraks, scabies, cascado, rhinitis dan cacing hati. 

"Periode sama tahun lampau ada nan terkena. Bahkan cacing hati menyerang 16 ekor sapi, 13 kambing terkena rhinitis, dan juga 3 sapi terjangkiti cascado. Jadi tahun ini jangan sampai terulang," imbuh Ina, sapaan berkawan pejabat Dispangtan Solo ini.

Pantauan Media Indonesia di lapangan menunjukkan, bahwa pesanan hewan kurban jenis kambing di Pasar Hewan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, terus meningkat beberpaa hari terakhir.

Permintaan tidak hanya datang dari pembeli pribadi, melainkan juga dari lembaga sekolah dan organisasi sosial. "Ya alhamdulillah, pesanan terus meningkat," tutur Sujatmoko, pedagang hewan kurban di Pasar Semanggi, Rabu (20/5/2026).

Pergerakan transaksi pembelian kambing sudah meningkat meski belum tajam. Mayoritas pembeli,  biasanya baru melakukan transaksi saat mendekati hari penyelenggaraan kurban, terutama pada H-5 hingga H-1 Iduladha.

Dia mengaku  menyiapkan sekitar 400 ekor kambing per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar nan terus melonjak. Pemesanan dari luar kota didominasi organisasi sosial di Jakarta dengan volume mencapai 100, 200, hingga 500 ekor. 

"Sedang pemesanan lokal di Solo, kebanyakan datang dari sekolah-sekolah dengan rata-rata pesanan 15 hingga 25 ekor kambing. nan paling diminati kambing di kisaran nilai  Rp2,5 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor," tutur dia.

Sementara sejumlah pedagang sapi di Mojosongo, Solo juga sudah banyak dihampiri pembeli. Para pedagang ini datang dari Jatinom, Klaten, Wonogiri, Banyuwangi, Boyolali.

Hewan kurban sapi sepekan menjelang Idul Adha 2026 rerata dijual dengan nilai Rp 19 jita hingga Rp 27 juta. "Kami sudah laku tiga ekor," kata Nur Alim, pedagang dari Klaten.

Pada bagian lain, Wahyu Kristina memprediksi jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini kemungkinan tidak jauh dari penyelenggaraan tahun lalu. "Kalau ada selisih, juga nggak bakal terlalu banyak," ungkap dia.

Yang jelas pada Idul Adha tahun 2025, di lima kecamatan nan ada di Kota Solo ada penurunan 363 ekor alias  3,87 %  hewan kurban dibandingkan tahun 2024. Pada Idul Adha 2024 hewan kurban nan disembelih 9370 ekor, sementara pada 2025 terdapat 9007 ekor hewan kurban, nan terdiri dari sapi, kambing dan domba serta kerbau. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia