Syahriani menegaskan, pembangunan akomodasi tersebut tidak hanya berpusat pada peenambahan infrastruktur, melainkan juga mewujudkan ekosistem tata Kelola sampah nan lebih berdikari dan berkelanjutan.
"Agar sampah di Kota Bandung kudu di selesaikan sedekat mungkin dengan sumberny melalui pengelolaan di Tingkat rumah tangga dan kewilayahan," ucap dia.
Menurut Syahriani, melalui penambahan akomodasi tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton perhari, sehingga dapat memperpanjang masa pemakaian TPA Sarimukti sekaligus menekan akibat akumulasi sampah.
Dia menyampaikan, untuk mencapai sasaran itu, DLH menerapkan pola pengelolaan sesuai karakter sampah ialah sampah organik diolah menjadi kompos.
Atau melalui teknologipengolahan organik, sampah anorgabik berbobot ekonomi didaur ulang melalui bank sampah, sedangkan sampah anorganik berbobot rendah diolah menjadi bahan bakar pengganti menggunakam teknologi RDF.
"Kami menargetkan penguraangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari, Namun, keberhasian sasaran ini tidak hanya berjuntai pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber," tutup Syahriani.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·