Jakarta -
Proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus dikebut. Hal itu bermaksud untuk mendorong pemulihan ekonomi bagi penduduk terdampak bencana.
Perhatian pemerintah diarahkan pada sektor pertanian dan perikanan nan menjadi bagian krusial dalam pemulihan ekonomi penduduk terdampak bencana. Salah satu fokusnya adalah pengembangan kopi Arabika melalui program hilirisasi kopi nan tahun ini mendapat alokasi sekitar 600 hektare untuk Tapsel, termasuk area Sipirok dan Arse nan dinilai mempunyai potensi besar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu meninjau langsung potensi pertanian dan infrastruktur, menyerahkan support bibit kopi dan ikan, sekaligus menyerap aspirasi penduduk di Kecamatan Sipirok, Arse, dan Saipar Dolok Hole, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mau memandang langsung, bukan hanya berasas laporan. Apalagi keahlian APBD kita terbatas, sehingga kudu menentukan skala prioritas," ujar Irawan dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Di Kecamatan Arse, support bibit kopi diserahkan kepada 22 penduduk Desa Pinagar untuk areal seluas 15 hektare. Luasan nan sama diterima 14 petani Desa Aek Haminjon, sementara masyarakat Desa Nanggarjati mendapat support untuk areal seluas 20 hektare.
Gus Irawan juga mendorong pola tanam terintegrasi antara kopi dan jagung untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani. Ketika tanaman kopi belum berproduksi, tanaman sela berupa jagung diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Dia memproyeksikan area Sipirok, Arse, dan sekitarnya menjadi sentra kopi dan jagung. Menurutnya, pengembangan kopi tidak cukup berakhir pada peningkatan produksi untuk menjaga pasokan, tetapi kudu diarahkan pada peningkatan kualitas, nilai tambah, dan pemasaran.
Diharapkan keberhasilan upaya kopi dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk keahlian orang tua membiayai pendidikan anak-anak hingga perguruan tinggi.
"Di samping konsentrasi pada pengembangan komoditas perkebunan, perhatian pemerintah menyasar sektor perikanan. Di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Pemkab Tapsel menyerahkan sekaligus melakukan restocking 2.500 ekor bibit ikan nan terdiri atas ikan jurung, tawes, dan mas," jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan setelah musibah banjir dan longsor menyebabkan material tanah dan pasir masuk ke aliran sungai hingga mengakibatkan banyak ikan mati. Penebaran kembali bibit diharapkan dapat menghidupkan kegunaan sungai sebagai area lubuk larangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
"Ini mudah-mudahan menghidupkan kembali lubuk larangan sekaligus menyemangati masyarakat untuk menjaga sungai dan lingkungan," katanya.
Gus Irawan menegaskan langkahnya turun langsung ke masyarakat adalah untuk memahami kondisi dan persoalan masyarakat agar kebijakan nan diambil lebih tepat sasaran. Dia optimistis sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi kekuatan baru bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Tapsel.
"Kalau program ini berhasil, kepercayaan pemerintah pusat kepada Tapanuli Selatan juga bakal semakin kuat. Ketika kita dipercaya, kesempatan untuk mendapatkan program pengembangan berikutnya bakal semakin besar," tutupnya.
(prf/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·