Pemkab Pasaman Barat ajak Gen Z rekam KTP-el saat libur sekolah.
, SIMPANG EMPAT, – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), membujuk para Generasi Z berumur 17 tahun untuk memanfaatkan hari libur sekolah mendatang guna melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el).
"Para Gen Z nan berumur 17 tahun sudah bisa mengurus KTP elektronik. Perekaman dapat dilakukan di instansi kecamatan terdekat alias di Disdukcapil," ujar Kepala Disdukcapil Kabupaten Pasaman Barat Yuli Asma di Simpang Empat, Jumat.
Menurut Yuli, rayuan untuk melakukan perekaman KTP elektronik saat hari libur bermaksud memudahkan siswa agar tidak mengganggu waktu pelajaran sekolah. Perekaman KTP elektronik merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap masyarakat mempunyai identitas kependudukan nan sah.
"Petugas siap memberikan pelayanan dengan proses nan mudah, cepat, dan cuma-cuma sesuai standar operasional prosedur," tambahnya. Petugas Disdukcapil berbareng petugas kecamatan siap melayani masyarakat mulai dari verifikasi info kependudukan hingga perekaman biometrik berupa pengambilan foto wajah, sidik jari, dan iris mata.
Masyarakat diimbau untuk membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) alias Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai persyaratan, dan seluruh proses perekaman ini tidak dipungut biaya namalain gratis.
Yuli menyebutkan, aktivitas pelayanan di masa libur sekolah ini diharapkan bisa meningkatkan capaian manajemen kependudukan di Kabupaten Pasaman Barat. Hingga Jumat ini, perekaman KTP elektronik telah mencapai 313.105 dari 317.625 masyarakat nan wajib rekam. Sedangkan untuk pemilih pemula, dari 9.298 orang wajib rekam KTP elektronik, baru 560 orang nan telah direkam.
Dia menyoroti adanya kecenderungan sebagian pemilih pemula nan belum menyadari urgensi perekaman info kependudukan. Oleh lantaran itu, sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran tersebut secara sistematis. “Ketika siswa sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, maka negara kudu datang memastikan mereka tidak tertinggal secara administratif,” imbuhnya.
Pasaman Barat juga bakal mengadakan pemilihan wali nagari (kepala desa) pada September alias Oktober 2026. Oleh lantaran itu, krusial bagi siswa untuk memahami politik sejak awal melalui partisipasi dalam pemilihan tersebut.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·