Ilustrasi(Dok Istimewa)
PMERINTAH Kabupaten/Pemkab Brebes, Jawa Tengah, bakal menanggung biaya pengobatan bagi empat korban pembacokan nan terjadi di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, nan saat ini tetap dalam penanganan medis di RSUD Brebes. Pemkab Brebes memastikan biaya pengobatan mereka ditanggung pemerintah wilayah setelah diketahui family korban termasuk golongan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah alias desil satu.
Dari empat korban, tiga orang dewasa memerlukan tindakan operasi akibat luka serius, sedangkan seorang balita berumur satu tahun mengalami luka pada tangan kirinya.
“Korban pembacokan ada empat. nan parah tiga, istri, ayah mertua dan ibu mertua pelaku. Sedangkan anak balitanya mengalami sedikit luka sayatan. Ketiga korban saat ini sedang dalam tindakan operasi oleh petugas medis,” ujar Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Paramitha menyebut penanganan medis kudu menjadi prioritas agar para korban mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan. Kondisi ekonomi family nan terbatas menjadi pertimbangan Pemkab Brebes untuk memastikan biaya pengobatan mereka tertangani.
“Untuk biayanya kami nan tanggung, lantaran kasus seperti ini tidak ditanggung BPJS,” terang Paramitha.
Keluarga korban diketahui masuk kategori desil satu, ialah golongan dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Mereka juga tinggal di rumah nan kondisinya kurang layak dan mempunyai pekerjaan tidak tetap.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Brebes turut mempertimbangkan support lanjutan berupa program bedah rumah. Bantuan itu diharapkan dapat membantu family memperbaiki kondisi tempat tinggal setelah kebutuhan mendesak para korban tertangani.
“Mereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi mempunyai lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Sehingga kami tawarkan untuk support bedah rumah lantaran pekerjaan family itu tidak tetap,” jelas Paramitha.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, Aris Suparmiati, menjelaskan bahwa tiga korban dewasa berada dalam kondisi sadar sebelum menjalani tindakan operasi. Salah satu korban, Fitri Andiani, 24, mengalami cedera kepala berupa retak tulang tengkorak.
Tim medis melakukan penanganan sesuai kondisi masing-masing korban. Aris berambisi tindakan medis melangkah lancar dan para korban dapat pulih dengan baik.
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam. Empat korban terdiri atas istri pelaku, kedua orang tua istrinya, dan anak mereka nan tetap berumur satu tahun. Berdasarkan info awal, peristiwa itu diduga dipicu perselisihan rumah tangga.
Setelah kejadian, penduduk membawa para korban ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Brebes untuk mendapatkan pertolongan. Kasus tersebut kemudian ditangani kepolisian. Terduga pelaku telah diamankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes di wilayah Kota Tegal, dan polisi menyita sebilah golok nan diduga digunakan dalam kejadian tersebut.
Paramigha memastikan bahwa keselamatan dan pemulihan korban menjadi perhatian utama. Dukungan terhadap family juga bakal dipertimbangkan sesuai kondisi dan kebutuhan mereka.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa korban kekerasan memerlukan pertolongan medis, perlindungan, dan support agar dapat melewati masa pemulihan. Bagi family nan menghadapi keterbatasan ekonomi, kepastian penanganan dan akses terhadap support menjadi bagian krusial untuk membantu mereka kembali menjalani kehidupan," pungkas Paramitha. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·