Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan intervensi medis sejak dini, melalui program cek kesehatan gratis (CKG) bakal menjadi motor penggerak lahirnya generasi emas nan tangguh, produktif, dan mandiri.
“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa. Ini juga membangun fondasi SDM nan lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan info program CKG Sekolah sepanjang tahun 2025, pemerintah menemukan tiga persoalan kesehatan terbesar pada siswa. Ketiganya mencakup masalah kebugaran sebanyak 60,69 persen, karies gigi 47,24 persen, dan anemia sebesar 27,49 persen.
Memasuki tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga awal Mei, tercatat sebanyak 4.883.890 siswa telah menjalani skrining kesehatan nan tersebar di 45.596 sekolah di seluruh Indonesia.
Adapun untuk info terbaru tahun ini, program CKG kembali menemukan tiga masalah kesehatan dominan, ialah gigi berlubang sebesar 41,5 persen, peningkatan tekanan darah 22,1 persen, dan penumpukan kotoran telinga sebanyak 8,6 persen.
Langkah garang pemerintah ini mendapat support dari Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah. Menurut Trubus, program CKG di sekolah ini sudah sangat mendesak untuk digulirkan lantaran saat ini ditengarai banyak anak usia sekolah nan mulai terserang beragam penyakit menular hingga penyakit kronis.
“Program ini mendesak lantaran ditengarai banyak anak-anak sekolah terkena penyakit nan sifatnya degeneratif. Selain itu juga ada penyakit-penyakit jenis menular, jadi penyakit-penyakit ini kan bisa dideteksi melalui CKG ini,” kata Trubus menganalisis ancaman kesehatan siswa.
Trubus menjelaskan, info hasil pemeriksaan massal ini nantinya bisa digunakan oleh pemerintah sebagai pedoman pemetaan sistematis untuk menentukan intervensi kebijakan nan lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini dinilai efektif untuk mengedukasi para orang tua nan selama ini kurang memahami kondisi kesehatan anak mereka sendiri.
“Yang kedua, CKG di sini juga mengedukasi masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan. Ini bertindak juga untuk orang tua, lantaran enggak semua orang tua juga paham,” jelasnya.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·