Pembiayaan Pergadaian Tembus Rp 160 Triliun, Gadai Barang Mewah Diminati

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian hingga Juli 2026 tumbuh tinggi. Di mana nilainya mencapai Rp 160,78 triliun, melonjak 50,73% secara tahunan (year on year/yoy).

Porsi pembiayaan terbesar disalurkan langsung melalui instrumen produk Gadai, ialah menembus Rp 136,39 triliun alias mendominasi hingga 84,83 persen dari total portofolio pembiayaan industri pergadaian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menjelaskan, tren pertumbuhan industri pergadaian didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pengganti pembiayaan nan sigap dan efisien, serta didukung oleh ekspansi jangkauan wilayah operasional pelaku upaya di tanah air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati mencatatkan pertumbuhan tinggi, Agusman mengingatkan pentingnya penerapan manajemen akibat nan jeli dan berdisiplin oleh para pelaku industri.

"Pelaku upaya perlu mencermati kualitas serta pergerakan nilai agunan nan mempengaruhi akibat usaha, di samping tantangan akses dan efisiensi biaya pendanaan nan tetap dihadapi oleh pergadaian swasta dalam memperluas pembiayaannya," tegas Agusman dikutip Senin (21/9/2026).

Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, mengungkapkan pertumbuhan industri pergadaian nan konsisten mencerminkan makin tingginya kepercayaan pemilik modal terhadap elastisitas produk pergadaian sebagai jembatan modal kerja.

Akselerasi pada industri pergadaian nasional turut dirasakan secara nyata oleh segmen pergadaian peralatan mewah (luxury pawn).

Skema pembiayaan berbasis agunan aset (asset-backed lending) semakin diminati oleh kalangan High Net Worth Individuals (HNWI), pengusaha, serta kolektor nan memerlukan likuiditas berbobot besar dalam waktu singkat tanpa bentrok administratif perbankan.

"Melalui skema gadai premium, pengguna dapat mengoptimalkan nilai likuiditas laten dari koleksi mereka hingga miliaran rupiah guna menangkap momentum kesempatan upaya baru, sementara kepemilikan aset tetap terjaga seutuhnya," ujar Bastian.

Menjawab imbauan OJK mengenai volatilitas nilai agunan dan mitigasi risiko, Bastian menegaskan komitmen Lesca Gadai Premier dalam menerapkan standardisasi operasional bergengsi dunia.

Perseroan mengandalkan tim penaksir (appraiser) ahli bersertifikat dengan pedoman info nilai pasar sekunder internasional, serta telah mengantongi sertifikasi dobel internasional ialah ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) dan ISO/IEC 27001:2022 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi).

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance