Pembebasan 9 WNI yang Tergabung dalam Misi Global Sumud Flotilla Tanpa Menghubungi Israel

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Pembebasan 9 WNI nan Tergabung dalam Misi Global Sumud Flotilla Tanpa Menghubungi Israel Para aktivis Global Sumud Flotilla mendapatkan perlakukan tidak manusiawi selama penangkapan dan penahanan di Israel.(dok.Aljazeera)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI sudah menjalankan komunikasi untuk pembebasan sembilan WNI nan tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla dan ditahan oleh Israel. Namun, pemerintah tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

Dengan demikian, proses itu tidak memungkinkan untuk menjalin komunikasi langsung dengan Israel mengenai pemulangan kesembilan WNI tersebut ke Tanah Air.

“Kalau jawabannya perincian komunikasi langsung tidak dengan Israel? Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pengarahan media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (21/5).

Yvonne menjelaskan bahwa upaya pelindungan dan pemulangan segera sembilan WNI nan ditangkap oleh militer Israel, dilakukan melalui seluruh kanal diplomatik nan dimiliki oleh Indonesia.

Kendati tidak bisa menjabarkan seluruh upaya diplomasi nan telah dilakukan demi menjaga prinsip-prinsip diplomasi, dirinya menegaskan bahwa pemerintah telah berkomunikasi dengan negara sahabat nan mempunyai akses kepada Israel.
Selain itu, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, juga disebut telah berkoordinasi dengan para mitranya seperti Turki dan Yordania di mana penduduk mereka juga turut tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut.

“Kami bakal terus tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi termasuk melalui negara sahabat nan mempunyai akses kepada Israel termasuk tim norma alias sekretariat Global Sumud Flotilla serta pihak-pihak lain nan dapat membantu memastikan keselamatan akses komunikasi dan proses pembebasan WNI,” ucap Yvonne.

“Kami bakal terus tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi termasuk melalui negara sahabat nan mempunyai akses kepada Israel, termasuk tim norma alias sekretariat Global Sumud Flotilla serta pihak-pihak lain nan dapat membantu memastikan keselamatan akses komunikasi dan proses pembebasan WNI,” ujarnya menambahkan.

Hadir pada kesempatan nan sama, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, turut menegaskan bahwa Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel meskipun berada dalam organisasi nan sama dengan Israel, ialah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), di mana Israel turut menjadi anggotanya.

“Keanggotaan dua negara dalam satu organisasi itu tidak mencerminkan adanya hubungan diplomatik antara negara tersebut. Dan ini bertindak juga bagi misalnya sama-sama personil negara PBB dan lain-lain, itu bukan berfaedah kita mempunyai hubungan diplomatik,” tegas Nabil.

Sembilan WNI nan ikut berperan-serta dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza, menjadi korban penculikan pasukan zionis Israel nan menyergap kapal-kapal mereka. Di antara sembilan WNI nan diculik tersebut, turut serta tiga wartawan media nasional nan sedang menjalankan tugas jurnalistik, ialah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia