Jakarta - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus memastikan penyintas musibah hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat tinggal lebih layak di kediaman sementara (huntara) sembari menunggu pembangunan kediaman tetap (huntap) rampung.
Selain mempercepat pembangunan huntara, Satgas PRR juga memastikan kesiapan akomodasi dasar dan support logistik. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan harian masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Berdasarkan info Satgas PRR per 6 Mei 2026, total huntara nan telah selesai dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 19.169 unit. Angka tersebut setara 93 persen dari sasaran 20.433 unit.
Di Aceh, pembangunan huntara mencapai 17.315 unit dari sasaran 18.579 unit alias 93 persen. Sementara itu, pembangunan huntara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah rampung 100 persen, masing-masing sebanyak 1.024 unit dan 830 unit.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran mengatakan pembangunan huntara melibatkan banyak pihak. Unsur nan terlibat mulai dari kementerian, lembaga pemerintah, hingga organisasi dan pihak nonpemerintah nan ikut membantu percepatan penanganan penyintas bencana.
"Ini kita ada banyak pihak nan ikut sebagai pelaksana. Bukan hanya dari BNPB, ada dari Danantara, PU, kemudian dari beberapa pihak lainnya nan ikut membantu, beberapa ada juga komunitas. Ini tentunya secara keseluruhan tetap berproses," kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Amran menjelaskan pembangunan huntara tetap terus melangkah di sejumlah lokasi. Proses pengerjaan dilakukan berjenjang sesuai kondisi di lapangan.
"Memang progres info ini, sisa dari sebesar 7 persen ini sementara progres terbangun," ujarnya.
Selain menyiapkan tempat tinggal sementara, Satgas PRR juga menyalurkan support logistik untuk mendukung kebutuhan penyintas selama tinggal di huntara.
Di Aceh, support nan telah disalurkan meliputi 44.194 paket sembako, 56.042 matras, 15.253 kompor, 14.284 kipas angin, 6.029 kasur, 40.749 kasur lipat, dan 13.813 karpet plastik.
Sementara di Sumatera Utara, support nan disalurkan mencakup 1.719 paket sembako, 4.016 matras, 599 kompor, 562 kipas angin, 562 kasur, dan 3.154 kasur lipat.
Adapun di Sumatera Barat, support nan telah disalurkan meliputi 2.490 paket sembako, 2.444 matras, 611 kompor, 611 kipas angin, 611 kasur, 2.444 kasur lipat, serta 611 karpet plastik.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas PRR agar huntara tidak hanya menjadi tempat berlindung sementara. Huntara juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan dasar bagi masyarakat terdampak nan mulai menata kembali kehidupan mereka.
Manfaat huntara mulai dirasakan penduduk Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Wilayah ini menjadi salah satu wilayah nan terdampak cukup berat akibat banjir.
Kaur Perencanaan Desa Sekumur, Fauzi, mengatakan keberadaan huntara menjadi titik kembali bagi penduduk nan sebelumnya tinggal berbulan-bulan di tenda darurat.
"Alhamdulillah, masyarakat sangat terbantu. Sekarang kami tidak lagi tinggal di tenda. Ini tentu meningkatkan kenyamanan dan semangat penduduk untuk bangkit," ujar Fauzi saat ditemui, Kamis (30/4/2026).
Menurut Fauzi, selain hunian, kebutuhan dasar penduduk juga mulai terpenuhi melalui support pemerintah dan relawan. Bantuan tersebut termasuk penyediaan tandon air dan sumur bor untuk mendukung aktivitas harian masyarakat. (prf/ega)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·