Jakarta -
PDI Perjuangan (PDIP) telah mengirimkan surat resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Surat itu berisi permintaan info mengenai kader partai nan diduga terlibat dalam pengadaan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjelaskan langkah ini diambil merespons pernyataan petinggi BGN nan menyebut adanya keterlibatan nyaris seluruh partai politik dalam pengadaan program tersebut. PDIP mau memastikan tidak ada kadernya nan mengambil untung pribadi dari program rakyat.
"Nah, mengenai dengan surat nan dikirim oleh DPP PDI Perjuangan sampai sekarang belum mendapat jawaban. Padahal surat itu kami maksudkan ketika Wakil Kepala BGN saat itu mengatakan bahwa nyaris seluruh partai politik itu terlibat di dalam pengadaan melalui SPPG tersebut," kata Hasto kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menuturkan, partainya merasa perlu melakukan langkah koreksi internal jika klaim dari BGN tersebut betul adanya.
"Karena nan mengucapkan adalah otoritas dari Badan Gizi Nasional, maka partai kemudian mengirimkan surat agar kami dapat melakukan suatu langkah-langkah koreksi dan menertibkan di internal kami," tuturnya.
PDIP, lanjut dia, mempunyai patokan ketat bagi seluruh anggotanya agar tidak menyalahgunakan program pemerintah demi untung finansial. Termasuk terlibat dalam MBG.
"Karena partai sudah mengambil suatu kebijakan setiap personil dan kader partai dilarang untuk terlibat di dalam suatu proses mencari untung dari program nan semestinya didedikasikan untuk kepentingan rakyat tersebut," imbuhnya.
Hasto menyatakan hingga saat ini pihaknya tetap menunggu jawaban baik dari BGN mengenai info tersebut. Pihaknya bakal melayangkan surat kembali jika permohonan info itu tidak dijawab.
"Ya jika belum ada jawaban ya kelak kita kirim surat nan kedua ya," pungkasnya.
(ond/dek)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·