PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tidak Mewakil Wajah Pesantren

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Ma'shum Faqih menegaskan kasus kekerasan seksual di sejumlah pesantren tak mewakili budaya keseluruhan pesantren di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ma'shum merespons kasus kekerasan seksual di pesantren nan tengah menjadi sorotan belakangan. Dia karenanya menyebut kasus-kasus tersebut tak bisa dijadikan dasar untuk menilai seluruh pesantren di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segelintir kasus tidak mewakili wajah pesantren Indonesia. Jika ada pelanggaran, pelakunya kudu dihukum. Tetapi pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak boleh ikut diberi stigma," kata Ma'shum Faqih dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Oleh lantaran itu, dia berambisi agar publik bersikap setara dengan tidak menggeneralisir ribuan pesantren nan selama ini berkontribusi besar dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat.

Ma'shum menegaskan kekerasan seksual merupakan kejahatan nan dapat terjadi di beragam lingkungan, sehingga nan perlu diperkuat adalah sistem pencegahan, perlindungan korban, dan penegakan norma terhadap pelaku.

Meski begitu, dia mendesak setiap pelaku kekerasan seksual oleh oknum pesantren kudu diproses hukum.

"Pesantren tidak boleh menjadi ruang kondusif bagi pelaku kekerasan seksual. Sebaliknya, pesantren kudu menjadi tempat nan kondusif dan nyaman bagi santri untuk belajar dan berkembang," ujarnya.

Dia juga mendorong seluruh pesantren terus memperkuat tata kelola dan sistem perlindungan santri agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren semakin meningkat.

"Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa tertutupi oleh perbuatan segelintir oknum nan menyimpang dari nilai-nilai pesantren," ujar personil Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu. 

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional