loading...
Foto: Doc. Istimewa
JAKARTA - Makin banyak penduduk Indonesia berangkat ke luar negeri dengan eSIM sudah terpasang di ponsel. Alasannya masuk akal. Tidak perlu antre beli kartu di bandara, tidak perlu cabut-pasang SIM mini nan mudah terselip.
Namun ada satu perihal nan jarang dibahas. Kebanyakan eSIM perjalanan hanya berisi paket data, tanpa nomor telepon. Padahal nyaris semua urusan finansial kita, dari m-banking, dompet digital, sampai akun shopping online, tetap terikat ke nomor Indonesia.
Kalau nomor itu tidak disiapkan, liburan bisa berhujung dengan OTP nan tak kunjung masuk. Lebih jelek lagi, nomor bisa gosong selagi Anda tetap di luar negeri. Berikut langkah mengaturnya dengan benar.
Satu Ponsel, Dua Jalur dengan Tugas Berbeda
Kuncinya adalah membagi peran. Ponsel nan mendukung eSIM bisa menjalankan dua jalur sekaligus, ialah SIM Indonesia dan eSIM perjalanan.
-Jalur eSIM unik untuk data: peta, WhatsApp, email, aplikasi transportasi, dan pembayaran digital.
-Jalur nomor Indonesia tetap menyala untuk menerima SMS dan telepon, dengan info roaming dimatikan.
Dengan pembagian ini, internet Anda melangkah memakai paket eSIM info perjalanan nan umumnya jauh lebih irit daripada paket roaming operator. Di saat nan sama, SMS dari bank tetap bisa masuk ke nomor lama.
Skema ini juga nan lazim disarankan dalam pedoman penggunaan eSIM untuk perjalanan: SIM Indonesia untuk telepon dan SMS, eSIM sebagai jalur data.
Lima Pengaturan nan Wajib Dicek sebelum Berangkat
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·