Pakai AI, Purbaya Sukses Lacak Perdagangan Ilegal

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal menindak tegas perusahaan nan ketahuan melakukan perdagangan terlarangan beberapa tahun ke belakang.

Purbaya menjelaskan dengan database terintergerasi dan dibantu teknologi kepintaran buatan (AI) oleh Lembaga National Single Window (LNSW). Hasilnya pun sudah terlihat seperti temuan perdagangan emas terlarangan nan saat ini sedang diproses dan diteliti.

"Akan kita gali seperti emas tadi kan sudah sedang diproses, sedang diteliti. Ini belum final. Kita bakal ketahuan kelak belakangnya siapa nan melakukan pembelian nggak tercatat," ujar Purbaya kepada awak media di instansi LNSW, Jakarta pada Rabu (9/9/2026).

Purbaya membocorkan sudah ada 10 nama perusahaan dengan transaksi terlarangan untuk beberapa tahun ke belakang hasil pencarian dan bakal segera diproses.

"Kalau sedikit, jika 10 besar sudah kelihatan. Saya mau lihat beberapa tahun ke belakang seperti apa kelak bakal kita kejar," ucapnya.

Purbaya sendiri mengaku bakal meminta orang pajak untuk memeriksa transaksi perusahaan terlarangan tersebut seperti siapa supliernya dan siapa pembelinya belinya dari mana.

"Kalau dia belum bayar pajak, langsung bayar pajak. Itu gara-gara intensifikasi dalam pengertian mengefisienkan, meningkatkan efisiensi penerimaan pajak dengan analisa data."

Integrasi info tersebut dilakukan dengan database di LNSW agar memudahkan pengerjaan info keseluruhan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), termasuk potensi pendapatan negara.

Dirinya mengatakan tengah mengembangkan aplikasi nan mempunyai teknologi kepintaran buatan (AI) untuk melakukan kajian potensi-potensi pendapatan negara dengan adanya perbaikan sistem.

Menkeu mengatakan bahwa LNSW mempunyai kekuatan untuk membantu analisa Kemenkeu untuk melacak potensi pendapatan dari pajak dengan kecermatan nan tinggi.

Begitu juga potensi pendapatan dari setiap perusahaan berapa potensi pembayaran pajak nan kurang. Purbaya mengatakan bahwa info potensi tersebut bisa dilacak untuk beberapa tahun ke belakang.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News