OTT Langkat dan Kuansing Diduga Bocor, Ini Respons KPK

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mendalami penyebab operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) diduga telah diketahui lebih dulu oleh pihak nan menjadi sasaran operasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan, investigasi nan dilakukan melalui operasi tangkap tangan merupakan bagian dari investigasi tertutup nan semestinya tidak diketahui publik.

Berbeda dengan investigasi terbuka, dalam investigasi tertutup tidak ada proses pemanggilan alias permintaan penjelasan kepada pihak-pihak tertentu sebelum tim turun ke lapangan.

"Kalau investigasi terbuka, memang ada pihak-pihak nan dimintai klarifikasi. Informasi itu bisa saja kemudian diketahui publik, misalnya lantaran disampaikan oleh pihak nan diperiksa. Namun, untuk investigasi tertutup, semestinya tidak demikian lantaran tim langsung bergerak ke lapangan," ujarnya di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (3/7).

Meski demikian, KPK mengakui terdapat kemungkinan keberadaan tim di lapangan dapat dikenali oleh pihak tertentu. Hal itu bisa terjadi lantaran personil tim pernah bekerja di wilayah tersebut alias dikenali oleh masyarakat sehingga memunculkan dugaan bahwa KPK sedang melakukan operasi.

Menurut KPK, kondisi tersebut bakal didalami lebih lanjut. Lembaga antirasuah itu juga bakal mengevaluasi pola pergerakan tim interogator saat menjalankan operasi agar tidak mudah terdeteksi.

"Nanti bakal kami pertimbangan apakah saat turun ke lapangan perlu dilakukan dengan pola tertentu, misalnya tidak bergerak secara berkelompok alias menggunakan metode lain untuk menghindari dugaan dari pihak luar," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑