Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap mengevaluasi usulan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 nan diajukan perbankan. Di tengah penyesuaian sasaran akibat perubahan kondisi makroekonomi, OJK memandang ada bank nan merevisi sasaran naik maupun turun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan proses pertimbangan terhadap revisi RBB belum rampung sehingga belum dapat disimpulkan apakah kebanyakan bank mengerek alias memangkas sasaran bisnisnya.
“Belum lengkap, ya, kajian kita. Tetapi ada nan naik, ada nan turun, sih. Tapi kelak kan kita ambil rata-rata, kan,” kata Dian di Kompleks Parlemen, Selasa (8/7).
Menurut Dian, OJK tetap mengevaluasi revisi RBB dari sekitar 105 bank. Meski demikian, dia berambisi secara rata-rata sasaran nan diajukan perbankan tetap menunjukkan kenaikan.
“Ini belum saya hitung berapa ini, kan. Dari 105 itu kita evaluasi, sih. Kalau memandang kemarin itu tetap optimistis, lah, gitu, kan. Mudah-mudahan sih rata-rata naik, ya. Tapi nggak tahu saya berapa jumlahnya tetap belum,” ujarnya.
Sejumlah bank sebelumnya mulai menyesuaikan sasaran dalam RBB 2026 seiring perubahan dugaan makroekonomi. Kenaikan suku bunga, pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya biaya dana (cost of fund), hingga ketidakpastian dunia membikin sejumlah bank lebih berhati-hati dalam menyusun proyeksi bisnis, termasuk ekspansi kredit.
Dian mengatakan setiap keputusan bank untuk merevisi sasaran upaya didasarkan pada penilaian terhadap kondisi dan profil akibat masing-masing. OJK juga bakal mencermati proyeksi pertumbuhan angsuran serta strategi nan disiapkan bank dalam menjalankan bisnisnya.
“Tentu kan mereka melihat, kan. Risiko mereka sendiri. Tentu kita memandang juga apakah kemungkinan ekspansi kreditnya seperti apa, dan lain sebagainya. Terus action apa nan bakal dilakukan, dan macam-macam itu, kan. Itu ada banyak perihal isinya, sebetulnya,” katanya.
Ia menegaskan, revisi RBB tidak serta-merta disetujui oleh OJK. Setiap usulan bakal dibahas lebih lanjut melalui proses konsultasi untuk memastikan rencana upaya nan diajukan tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian.
“Tapi intinya itu tergantung. Mereka bakal mau sebetulnya seperti apa. Tapi nan paling krusial dalam proses RBB nan baru itu bahwa pasti bakal ada konsultasi dengan kita. Tidak bakal langsung kita setujuin, misalnya, apakah naik, apakah turun, gitu. Akan ada nan kita sebut sebagai prudential meeting, gitu. Itu untuk memastikan itu,” ujar Dian.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·