Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |13:21 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan kumulatif periode Januari hingga Agustus 2026 secara konsisten membukukan surplus. (Foto: Okezone.com/Pelindo)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan kumulatif periode Januari hingga Agustus 2026 secara konsisten membukukan surplus sebesar USD7,25 miliar. Pencapaian ini disokong oleh keahlian ekspor nan positif, termasuk surplus bulanan pada Agustus 2026 nan mencapai USD3,55 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kelebihan neraca perdagangan nasional ditopang oleh keahlian kuat sektor nonmigas.
“Surplus sepanjang periode Januari-Agustus 2026 ditopang oleh keahlian perdagangan komoditas nonmigas nan mencatat surplus USD28,54 miliar, sementara perdagangan komoditas migas tetap mengalami defisit sebesar USD21,29 miliar,” jelas Ateng dalam konvensi pers BPS di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai USD193,64 miliar alias tumbuh 4,74 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
Penguatan ekspor terutama berasal dari pengiriman komoditas nonmigas nan melonjak 5,48 persen menjadi USD185,63 miliar.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·