MRI menjadi salah satu perangkat krusial dalam bumi medis modern lantaran bisa menghasilkan pencitraan organ tubuh secara perincian tanpa prosedur invasif.(Dok. Bethsaida Hospital)
TEKNOLOGI pencitraan medis sekarang memegang peran semakin krusial dalam pemeriksaan beragam penyakit serius, mulai dari stroke, tumor otak, gangguan saraf, kanker, hingga penyakit jantung. Di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular dan kebutuhan penemuan awal nan lebih akurat, rumah sakit mulai memperkuat jasa radiologi dengan teknologi magnetic resonance imaging (MRI) generasi terbaru berbasis kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI).
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital, dr. Thio Ananda Steven, mengatakan MRI menjadi salah satu perangkat krusial dalam bumi medis modern lantaran bisa menghasilkan pencitraan organ tubuh secara perincian tanpa prosedur invasif.
"Teknologi MRI membantu master memandang struktur organ dan jaringan tubuh dengan sangat perincian sehingga dapat mendukung pemeriksaan nan lebih jeli dan penanganan lebih cepat," ujarnya.
Menurut dia, penggunaan MRI sekarang semakin luas, tidak hanya untuk pemeriksaan saraf dan otak, tetapi juga penyakit jantung, ortopedi, kanker, hingga gangguan pembuluh darah. Pada kasus stroke misalnya, MRI membantu master mendeteksi gangguan aliran darah di otak secara lebih sigap sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Sementara pada kasus tumor dan kanker, kualitas pencitraan nan perincian membantu master menentukan lokasi, ukuran, serta karakter jaringan abnormal secara lebih presisi.
MRI juga semakin krusial dalam pemeriksaan penyakit jantung lantaran bisa mengevaluasi struktur dan kegunaan organ jantung secara lebih menyeluruh dibandingkan pemeriksaan konvensional tertentu. Di bagian ortopedi, teknologi tersebut banyak digunakan untuk memeriksa cedera sendi, tulang belakang, ligamen, hingga jaringan lunak nan susah terlihat melalui pemeriksaan biasa.
Seiring perkembangan teknologi, sistem MRI sekarang tidak hanya mengutamakan kualitas gambar, tetapi juga efisiensi waktu pemeriksaan dan kenyamanan pasien. Bethsaida Hospital misalnya menghadirkan MRI 3 Tesla SIGNA Hero berbasis AI untuk meningkatkan kualitas pencitraan sekaligus mempercepat proses pemeriksaan pasien.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, mengatakan integrasi AI pada MRI modern membantu menghasilkan gambar lebih tajam dengan waktu pemeriksaan nan lebih singkat.
"Sistem ini dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan sekaligus mempercepat waktu pemeriksaan," ujarnya.
Teknologi AI pada MRI juga dinilai krusial untuk membantu proses pemeriksaan organ nan bergerak aktif seperti jantung, sehingga hasil pencitraan menjadi lebih stabil dan detail. Selain meningkatkan kecermatan diagnosis, penemuan MRI terbaru juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pasien selama pemeriksaan.
Salah satu tantangan umum prosedur MRI adalah rasa resah alias klaustrofobia akibat ruang pemeriksaan nan sempit dan waktu pemeriksaan nan relatif lama. Karena itu, MRI generasi terbaru sekarang menggunakan kreasi bore alias lubang pemindaian nan lebih luas serta sistem pemindaian nan lebih sigap agar pasien merasa lebih nyaman.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, mengatakan penguatan teknologi diagnostik menjadi bagian krusial dalam meningkatkan kualitas jasa kesehatan modern. Menurut dia, ketepatan pemeriksaan sangat menentukan keberhasilan terapi dan penanganan pasien, terutama pada penyakit kritis nan memerlukan tindakan cepat. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·