Moodyamp;rsquo;s Turunkan Outlook RI Jadi Negatif, OJK Perkuat Ketahanan Sektor Jasa Keuangan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |14:18 WIB

Moody’s Turunkan Outlook RI Jadi Negatif, OJK Perkuat Ketahanan Sektor Jasa Keuangan

Moody’s Turunkan Outlook RI Jadi Negatif, OJK Perkuat Ketahanan Sektor Jasa Keuangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Moody's Investors Service (Moody's) nan mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

OJK menilai afirmasi ranking tersebut menegaskan bahwa esensial ekonomi Indonesia tetap solid, didukung oleh pertumbuhan ekonomi nan relatif kuat, kerangka kebijakan makro nan disiplin, serta ketahanan sektor jasa finansial di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

OJK Jaga Stabilitas Sistem Keuangan 

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa OJK bakal terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas sistem finansial sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ke depan, OJK bakal secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar finansial secara terukur. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor," ujar Friderica dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Penilaian Moody's Lebih Baik Dibanding Negara Lain

OJK memandang penilaian Moody's nan menempatkan Indonesia pada posisi relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya sebagai gambaran kepercayaan terhadap kapabilitas kebijakan nasional, OJK bakal mendukung penguatan koordinasi nasional untuk menciptakan kebijakan nan lebih selaras dan konsisten.

Sebagai personil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK bakal terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas mengenai untuk menjaga stabilitas sistem finansial serta memperluas support pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com