Modal Asing Rp 1,3 T Cabut dari Pasar Modal RI

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Investor asing kembali mencatatkan tindakan jual bersih alias net foreign sell saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Jumat (24/7) kemarin. Indeks saham diketahui melemah imbas ketidakpastian dunia akibat tarif baru Amerika Serikat (AS) dan perang di Timur Tengah.

Berdasarkan info Bursa Efek Indonesia (BEI), net foreign sell Jumat tercatat sebesar Rp 1,36 triliun. Jika diakumulasi sepanjang perdagangan 2026, tren tindakan jual bersih asing nyaris menyentuh Rp 80 triliun.

"Investor asing hari ini (Jumat) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,36 triliun dan sepanjang tahun 2026 penanammodal asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 79,09 triliun," tulis Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, IHSG tetap mencatat tren positif sepanjang perdagangan periode 20-24 Juli 2026. Indeks mencatat peningkatan transaksi harian hingga 66,88% menjadi 43,68 miliar lembar saham dari 26,17 miliar lembar saham di pekan sebelumnya.

Kemudian rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat sebesar 41,21% menjadi Rp 19,76 triliun dari Rp 13,99 triliun di pekan sebelumnya. Rata-rata gelombang transaksi harian juga tercatat naik 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi.

Selanjutnya kapitalisasi pasar BEI juga naik 1,13% menjadi Rp 10.870 triliun dari Rp 10.749 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara untuk IHSG sendiri, tercatat menguat sebesar 0,34% dan ditutup pada level 6.196,430 dari 6.175,535 pada pekan lalu.

Tarif Trump

Berdasarkan info RTI Business, IHSG diketahui melemah hingga 1,88% ke level 6.196,43 dengan indeks papan perdagangan utama LQ45 nan terkoreksi 1,97% hingga penutupan perdagangan Jumat kemarin. Kondisi ini disebut terjadi imbas tarif baru AS sebesar 10% hingga 12,5% kepada 60 mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

"Investor mencermati bakal pemberlakuan tarif impor baru dari AS sebesar 10-12,5% terhadap 60 mitra jual beli termasuk Indonesia," kata Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, kepada detikcom, Jumat (24/7/2026).

Selain itu, penanammodal juga tengah mencermati bentrok di Timur Tengah nan kembali mengerek nilai minyak mentah bumi tembus di atas level US$ 100 per barel. Di tengah kondisi tersebut, kekhawatiran arah suku kembang tinggi juga meningkat imbas terbukanya ruang peningkatan inflasi global.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance