Teleskop Chandra milik NASA mengungkap rahasia corak kejadian 'Treble Clef' di luar angkasa. Terbentuk dari ledakan lubang hitam dan tabrakan gugus galaksi.(X-ray: NASA/CXC/INAF-IRA/A. Botteon et al.; Infrared: UKIDSS-GPS ; Radio: ASTRON/LOFAR; Image processing: NASA/CXC/SAO/N. Wolk)
PARA astronom sukses mengungkap rahasia di kembali pembentukan susunan gelombang radio unik berbentuk kunci G alias Treble Clef di luar angkasa. Dengan memanfaatkan Teleskop Sinar-X Chandra milik NASA, para peneliti menemukan bahwa struktur langka tersebut terbentuk akibat kombinasi ledakan dari lubang hitam supermasif dan tabrakan antara dua gugus galaksi.
Penelitian nan dipimpin oleh Andrea Botteon dari Institut Nasional untuk Astrofisika (INAF) Italia ini telah dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics.
Fenomena Treble Clef sebelumnya sangat susah diidentifikasi lantaran posisinya berada nyaris tepat di belakang bagian galaksi Bima Sakti. Debu, gas, dan bintang-bintang di galaksi Bima Sakti menyelimuti dan menghalangi pandangan pengamatan dari Bumi. Namun, penggunaan teleskop nan bisa menembus materi penghalang tersebut sukses menyingkap asal-usul struktur misterius ini.
Pengamatan dari Teleskop Chandra NASA berbareng teleskop sinar-X eROSITA asal Jerman mendeteksi keberadaan gas panas nan tersebar di letak Treble Clef. Keberadaan gas panas tersebut mengindikasikan adanya gugus galaksi di wilayah tersebut. Lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa struktur tersebut sebenarnya merupakan dua gugus galaksi nan sedang dalam proses menyatu (merging).
Proses Dua Tahap Pembentukan 'Treble Clef'
Berdasarkan kajian data, tim peneliti menyimpulkan bahwa corak Treble Clef tercipta melalui proses dua tahap utama:
- Erupsi Lubang Hitam Supermasif: Terjadi semburan materi dari lubang hitam supermasif di pusat gugus galaksi. Semburan ini mendorong awan partikel bermuatan dan medan magnet meluncur dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, menghasilkan gelombang radio terang nan perlahan meredup seiring hilangnya daya partikel.
- Tabrakan Gugus Galaksi: Terjadi tumbukan antara dua gugus galaksi nan menekan dan menstimulasi kembali awan partikel tersebut. Gelombang kejut dari tumbukan antar-gugus galaksi membikin awan partikel kembali menyala dan memancarkan gelombang radio nan lebih terang.
Jejak Tabrakan Terdeteksi Lewat Sinar-X
Untuk mendeteksi bukti tumbukan dalam info Chandra, para astronom menggunakan teknik unik dengan mengukur sejauh mana gas panas gugus galaksi menyimpang dari corak simetrisnya. Sebagian besar gas panas pada gugus galaksi umumnya berbentuk simetris alias oval.
Setelah corak oval simetris tersebut dieliminasi dari gambaran sinar-X asli, sisa emisi sinar-X menunjukkan tingkat kecerahan paling tinggi di sisi kiri dan kanan, sementara bagian tengahnya tampak lebih redup. Hal ini mengindikasikan bahwa tumbukan antara kedua gugus galaksi terjadi secara mendatar (arah kiri-kanan).
Para peneliti memperkirakan bahwa tabrakan langsung antara kedua gugus galaksi tersebut telah terjadi beberapa ratus juta tahun lalu, dan saat ini kedua gugus tersebut sedang bergerak saling menjauh.
Adapun kemiripan corak susunan gelombang radio ini dengan lambang musik kunci G merupakan contoh dari kejadian pareidolia, kecenderungan manusia untuk memandang bentuk-bentuk nan dikenali pada pola acak, dan tidak mempunyai keterkaitan ilmiah secara langsung dengan lambang notasi musik tersebut. (NASA/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·