Misteri 50 Tahun Terpecahkan! Cara Parasit Malaria 'Membobol' Sel Darah Merah Terungkap

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Misteri 50 Tahun Terpecahkan! Cara Parasit Malaria 'Membobol' Sel Darah Merah Terungkap Ilustrasi(Magnific)

SELAMA nyaris separuh abad, para intelektual dirundung teka-teki mengenai langkah parasit malaria menginfeksi tubuh manusia. Kini, sebuah penelitian terbaru sukses memecahkan misteri tersebut dengan mengungkap gimana parasit rawan ini secara aktif "membobol" jalurnya untuk masuk ke dalam sel darah merah manusia.

Sejak tahun 1978, organisasi sains telah mengetahui bahwa parasit malaria menyelinap ke dalam sel darah merah melalui sebuah struktur berbentuk cincin nan disebut moving junction (sambungan bergerak). Namun, lantaran struktur ini bekerja sangat cepat, terbentuk, menjalankan fungsinya, lampau menghilang hanya dalam waktu kurang dari 60 detik, tidak ada satu pun intelektual nan sempat memandang langkah kerjanya secara mendetail.

Bukan Pintu Pasif, Melainkan Mesin Molekuler Aktif

Tim peneliti dari Columbia University akhirnya sukses menangkap momen krusial tersebut. Dengan menggunakan teknologi pembekuan canggih saat invasi parasit baru dimulai, mereka sukses mengangkat kompleks struktur tersebut secara utuh dari dalam sel. Melalui teknik pencitraan beresolusi tinggi, tim peneliti sukses mendapatkan gambaran tiga dimensi (3D) pertama dari moving junction.

Hasil pengamatan ini langsung meruntuhkan dugaan lama nan telah memperkuat puluhan tahun. Selama ini, moving junction dianggap hanya sebagai pintu masuk pasif nan terbuka bagi parasit. Fakta di lapangan menunjukkan perihal nan jauh berbeda. Struktur ini rupanya merupakan sebuah mesin molekuler aktif nan secara paksa mengubah corak membran sel inang agar parasit bisa merangsek masuk ke dalam.

Berdasarkan kajian visual, struktur moving junction ini mempunyai kemiripan corak dengan perahu layar. Kompleks protein berjulukan AMA1 bertindak sebagai "layar" di atas permukaan sel, sementara golongan protein RON membentuk "lambung kapal" nan menekan kuat membran sel darah merah. Bagian lambung inilah nan memegang kunci utama, lantaran permukaannya dipenuhi oleh jangkar bermuatan positif dan struktur heliks nan berfaedah seperti baji untuk melonggarkan, menipiskan, hingga melubangi membran sel inang.

Harapan Baru untuk Obat dan Vaksin Malaria

Penemuan nan dipublikasikan dalam jurnal Cell ini tidak sekadar menjawab rasa penasaran ilmiah nan telah berjalan selama 50 cetol, melainkan juga membuka babak baru dalam pemberantasan malaria. Keberhasilan memetakan struktur moving junction memberikan cetak biru nan sangat berbobot bagi para intelektual untuk merancang metode pengobatan baru.

Sebagai bukti awal, tim peneliti apalagi telah sukses merancang sebuah protein mini dari nol nan terbukti efektif memblokir proses invasi tersebut. Langkah ini menjadi fondasi kuat untuk pengembangan jenis obat antimalaria baru di masa depan.

Komponen moving junction ini diketahui digunakan oleh beragam jenis parasit malaria dalam setiap tahapan hidup mereka. Dengan demikian, penargetan pada struktur ini berpotensi mencegah jangkitan secara menyeluruh tanpa memicu akibat resistensi obat nan meluas. Penemuan revolusioner dari Columbia University ini diharapkan dapat menjadi senjata efektif untuk menekan nomor kematian akibat malaria, nan saat ini tetap merenggut sekitar 600.000 jiwa setiap tahunnya di seluruh dunia. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia