Ketegangan meningkat setelah militer AS menyerang situs militer Iran di Bandar Abbas dan menembak jatuh empat drone di Selat Hormuz saat masa gencatan senjata.(Centcom)
MILITER Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran dengan menyasar sebuah situs militer di Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan nan strategis. Selain serangan darat, Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi pasukannya sukses menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran nan dinilai menakut-nakuti wilayah sekitar Selat Hormuz.
Centcom menyatakan mereka menargetkan stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas saat akomodasi tersebut bersiap meluncurkan drone kelima. Sementara itu, media lokal Iran melaporkan bunyi ledakan terdengar di bagian timur kota tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah masa gencatan senjata nan rentan antara kedua negara, serta di tengah negosiasi berkepanjangan untuk mengakhiri perang tiga bulan nan telah melumpuhkan lampau lintas di Selat Hormuz dan melonjakkan nilai daya global. Pihak Centcom berkilah bahwa tindakan mereka berkarakter defensif.
"Terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata," sebut Centcom dalam pernyataannya.
Sikap Keras Donald Trump
Dalam rapat kabinet pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menyatakan posisi Iran sudah melemah dalam negosiasi. Ia menegaskan strategi perang AS tidak bakal terpengaruh pemilu paruh waktu mendatang.
"Mungkin kita kudu kembali dan menyelesaikannya, mungkin juga tidak," ujar Trump.
Dalam pertemuan tersebut, Trump juga mendesak negara-negara Teluk untuk menandatangani Abraham Accords guna menormalisasi hubungan dengan Israel, nan memulai perang ini berbareng AS pada 28 Februari lampau dan sekarang juga terlibat bentrok dengan Hizbullah di Libanon. Trump apalagi menakut-nakuti bakal memulai kembali kampanye pengeboman skala besar jika Iran menolak persyaratannya.
Meski sempat optimistis akhir pekan lampau dengan menyebut kesepakatan tenteram "sebagian besar telah dinegosiasikan," Trump berbalik arah pada hari Rabu dan menyatakan bahwa AS "tidak puas."
Balasan dan Kecaman dari Iran
Sebelum kejadian ini, Centcom juga mengonfirmasi serangan "bela diri" pada Senin lampau di Iran selatan, nan menargetkan situs rudal dan kapal-kapal nan mencoba memasang ranjau guna melindungi pasukan AS.
Pemerintah Iran mengecam keras rangkaian serangan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan bersama.
"Sebuah pelanggaran berat terhadap gencatan senjata," kecam pihak Iran, seraya berjanji bahwa pemerintah Iran "tidak bakal membiarkan tindakan permusuhan apa pun tanpa jawaban."
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone AS serta menembaki jet tempur dan drone lain nan memasuki wilayah udara mereka, meski tidak merinci waktu kejadiannya. IRGC menegaskan Iran mempunyai kewenangan "sah dan pasti" untuk membalas setiap pelanggaran gencatan senjata nan dilakukan oleh pihak AS. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·