Merasa Dianaktirikan Gubernur, Warga Blora Protes Tanam Pisang di Jalan Randublatung-Cepu

Sedang Trending 11 jam yang lalu
Merasa Dianaktirikan Gubernur, Warga Blora Protes Tanam Pisang di Jalan Randublatung-Cepu Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora ditanami pisang sebagai protes kerusakan nan tidak kunjung diperbaiki(MI/Akhmad Safuan)

SETELAH munculnya tindakan protes penduduk melakukan Randublatung, Blora dengan melakukan penanaman pisang di Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora akibat mengalami kerusakan berat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan jalan tersebut secepat mungkin.

Pemantauan Media Indonesia Senin (1/6) puluhan pohon pisang tetap terlihat tertanam di jalan provinsi ruas Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora, penduduk di sepanjang jalan menghubungkan dua kecamatan pada Minggu (31/5) jengkel dan protes lantaran sudah cukup lama jalan rusak cukup parah tidak kunjung diperbaiki.

Tidak hanya itu, kemarahan penduduk Randublatung, Blora dilanjutkan tindakan menanam pohon pisang di jalan provinsi tersebut, dipicu pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Rembuk Pembangunan di Kudus pada Selasa (26/5) lalu, bahwa jalan tersebut tidak menjadi prioritas perbaikan lantaran selain jarang ada kendaraan melintas dan  keterbatasan anggaran.

"Kami ini juga pembayar pajak, penyataan Ahmad Luthfi tersebut tidak selayaknya disampaikan selaku Gubernur Jawa Tengah nan terasa menganaktirikan penduduk di daerah," kata Rosyid, seorang penduduk Randublatung, Blora.

Jalan provinsi ini, demikian Amin,warga lainnya merupakan tanggung jawab Pemrov Jawa Tengah, sehingga selaku Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah mempertunjukkan kepemimpinan nan buruk, lantaran sengaja melakukan pembiaran terhadap kerusakan prasarana nan menjadi tanggungjawabnya.

Menanggapi tindakan protes tersebut, Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) memberikan kepastian perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora secepatnya dengan menyiapkan anggaran Rp5,276 miliar pada 2026 ini sudah memasuki tahapan pelelangan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan berasas kalkulasi awal, anggaran Rp5,276 miliar tersebut dialokasikan untuk menangani perbaikan ruas jalan nan rusak berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.

"Kita segera lakukan perbaikan dan sekarang sudah masuk masa lelang, sesuai pengarahan Pak Gubernur, kreasi teknis bakal dievaluasi agar panjang jalan nan diperbaiki dapat ditambah lagi,” ujar Henggar Budi Anggoro Senin (1/6).

Menurut Henggar Budi Anggoro pada 2025 lampau ruas jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer  yakni di  Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan  dengan anggaran Rp19,92 miliar, apalagi Pemprov Jawa Tengah juga telah menggelontorkan miliaran rupiah untuk perbaikan jalan provinisi di Kabupten Blora.

Berdasarkan info 2025-2026, lanjut Henggar Budi Anggoro, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45,86 miliar untuk memperbaiki jalan provinsi di Kabupaten Blora sepanjang 101,5 kilometer, juga pemerintah provinsi menempuh upaya melalui usulan penanganan ruas jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Pada usulan melalui IJD, demikian Henggar Budi Anggoro, terdapat sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora bakal diusulkan masuk dalam program, melalui Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp46,6 miliar untuk percepatan penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu. "Kita berambisi segera terealisasi," imbuhnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia