Narkotika cair seperti ganja dan sabu cair susah dideteksi.(Dok. Antara)
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan bahwa peredaran narkotika dalam jenis cair sekarang menjadi tantangan serius lantaran susah dideteksi tanpa perangkat tes urine khusus. Varian baru ini sering kali menyaru di ruang publik sehingga menyulitkan pengawasan petugas di lapangan.
Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal (Komjen) Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa maraknya jenis narkotika seperti ganja cair dan sabu cair menuntut penguatan kapabilitas teknologi deteksi. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kehormatan (anjangsana) di Jakarta, Kamis (18/6).
"Untuk itu, BNN terus berupaya memperkuat kapabilitas teknologi penemuan serta mengusulkan support optimasi anggaran berbareng Komisi III DPR RI demi menghadapi dinamika peredaran unsur adiktif baru tersebut," ujar Suyudi dilansir dari Antara, Senin (22/6).
Selain konsentrasi pada teknologi deteksi, BNN tengah menggencarkan rangkaian aktivitas menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) nan jatuh pada 26 Juni mendatang. Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan kali ini bakal diisi dengan tindakan sosial, olahraga, dan perlombaan nan melibatkan masyarakat luas.
Sinergi Lindungi Kelompok Rentan
Suyudi memaparkan bahwa BNN juga bakal memperkuat sinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA). Langkah ini diambil menyusul tren penyalahgunaan narkotika nan kian menyasar golongan rentan, terutama anak-anak dan lingkungan keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) periode 2001, Da’i Bachtiar, memberikan apresiasi dan masukan strategis. Ia menekankan pentingnya penguatan izin dalam undang-undang, khususnya mengenai posisi norma interogator BNN.
“Penguatan izin diperlukan guna mengoptimalkan kegunaan pencegahan, rehabilitasi, dan penegakan norma secara terpadu di Indonesia,” tutur Da’i Bachtiar.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi BNN untuk memperkuat komitmen mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) melalui pendekatan teknologi, regulasi, dan kerjasama lintas lembaga. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·