Binti Mufarida
, Jurnalis-Sabtu, 07 Februari 2026 |20:47 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi (foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengungkap kebenaran memilukan di kembali kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, tragedi tersebut dipicu oleh akumulasi tekanan psikologis nan dipendam lantaran korban tidak mempunyai ruang untuk bercerita.
"Kalau menurut analisa kami, ini akumulasi dari beberapa persoalan nan dihadapi anak. Tapi kemungkinan besar anak ini tidak punya tempat untuk bercerita," ujar Arifah usai menghadiri aktivitas di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Arifah menyoroti kuatnya aspek budaya nan tetap melekat di masyarakat, terutama stigma terhadap anak laki-laki nan dituntut selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan emosi.
“Masih ada budaya bahwa laki-laki tidak boleh cengeng, tidak boleh menangis. Ini bisa membikin anak memendam beban sendiri,” katanya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·