Vila Bung Hatta(Dok Kementerian Kebudayaan)
DALAM rangka upaya pengembangan dan pemanfaatan gedung bersejarah, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengunjungi Vila Bung Hatta dan Vila Riung Gunung di Kabupaten Bogor. Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Kementerian Kebudayaan untuk meninjau secara langsung kondisi bentuk gedung cagar budaya sekaligus merumuskan tata kelola revitalisasi destinasi sejarah di area Cisarua, Bogor.
Menteri Kebudayaan meninjau Vila Bung Hatta di area Megamendung nan menjadi letak pernikahan sederhana Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta dengan Rahmi Rachim. Selama peninjauan, Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa Mohammad Hatta bernazar alias berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah hingga Indonesia merdeka.
Setelah Indonesia merdeka, Wakil Presiden Indonesia pertama tersebut melangsungkan pernikahan, di mana memori berhistoris itu tersimpan kekal di Vila Bung Hatta melalui foto, buku-buku hingga surat-surat tulisan Mohammad Hatta.
Fadli Zon mendorong percepatan Vila Bung Hatta dari cagar budaya ranking Kabupaten menjadi ranking Nasional, lantaran situs sejarah Vila Bung Hatta sangat berarti dan menjadi tempat Mohammad Hatta untuk bekerja hingga melahirkan gagasan-gagasan besar nan memberikan warna dasar fondasi bagi perjalanan bangsa.
“Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah nan berangkaian dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta nan sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (19/8).
Dalam rangkaian kunjungan, dia juga mengunjungi Vila Riung Gunung. Fadli Zon menjelaskan Cisarua di Kabupaten Bogor merupakan wilayah nan mempunyai potensi wisata sejarah dan budaya. Selain mempunyai pemandangan bentang alam nan asri, Cisarua menyimpan banyak situs berhistoris nan dapat menjadi daya tarik wisata budaya, salah satunya adalah Vila Riung Gunung. Guna melakukan percepatan pemanfaatan potensi tersebut, Menbud mendorong Vila Riung Gunung untuk menjadi Cagar Budaya.
“Puncak punya potensi nan luar biasa untuk menjadi destinasi budaya, destinasi kuliner, destinasi sejarah dan juga beragam wisata lainnya. Termasuk Vila Riung Gunung ini, di mana kita bisa memandang pemandangan Puncak dari satu angle nan berbeda. Tentu adanya Vila Riung gunung ini juga bisa memberi tambahan pengetahuan bagi masyarakat di sekitar, sehingga semakin banyak lagi wisatawan, pengunjung, baik domestik maupun internasional nan datang ke wilayah Puncak,” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon turut mendorong pemanfaatan Vila Riung Gunung untuk memajukan ekonomi berbasis budaya. Menurutnya, situs sejarah seperti Vila Riung Gunung bukan hanya gedung tetap nan menyimpan cerita masa lalu, namun kehadirannya kudu berfaedah bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Fadli Zon optimis gedung berhistoris tersebut bakal semakin banyak menarik minat masyarakat untuk berkunjung, khususnya generasi muda.
“Bangunan karya arsitektur ini dibangun agar kita tidak melupakan perjalanan bangsa ini, sehingga kudu kita rawat. Untuk itu, Kementerian Kebudayaann melakukan restorasi, revitalisasi, pembaharuan terhadap bangunan-bangunan cagar budaya maupun gedung nan diduga sebagai cagar budaya. Vila Riung Gunung ini juga kudu dikembalikan ke tujuan aslinya, sebagai semangat nan menunjukkan kecintaan pada budaya bangsa kita,” paparnya.
Kementerian Kebudayaan terus menegaskan komitmen dalam pemanfaatan serta percepatan penetapan cagar budaya nasional. Sejumlah program strategis Kementerian Kebudayaan seperti restorasi Candi Perwara di kompleks Candi Prambanan, revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, serta digitalisasi narasi sejarah di beragam situs krusial terus dilaksanakan guna memastikan pelestarian warisan leluhur sejalan dengan edukasi publik. Langkah tersebut bukan hanya bermaksud untuk memperkuat nilai riwayat dan struktur bentuk cagar budaya, melainkan mengoptimalkan potensi cagar budaya nan berakibat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·